Green SM Siapkan Strategi Skema Sewa untuk Perluas Ekosistem Transportasi Listrik



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan layanan transportasi berbasis kendaraan listrik Green SM menawarkan skema penyewaan mobil listrik VinFast dengan biaya mulai Rp 254.000 per hari. 

Skema ini ditujukan untuk membuka akses bagi masyarakat yang ingin menjadi pengemudi transportasi online tanpa harus membeli kendaraan dengan modal besar di awal.

Melalui program bertajuk “Rent a VinFast. Become a Green SM Driver. Be Your Own Boss”, calon mitra pengemudi dapat menyewa kendaraan listrik dengan pembayaran awal mulai Rp 2 juta. Pilihan kendaraan yang tersedia mencakup Limo Green, VF e34 atau Nerio Green, VF 5 atau Herio Green, serta VF 6.


Baca Juga: Ada Tekanan Tarif Dagang AS, WOOD Diversifikasi Pasar Ekspor

Green SM menyasar kebutuhan pengemudi yang harus memperhitungkan biaya operasional sekaligus modal untuk memiliki kendaraan. Dalam bisnis transportasi, pendapatan dari setiap perjalanan perlu diperhitungkan dengan biaya bahan bakar, perawatan, serta pengeluaran lain yang melekat pada penggunaan kendaraan.

Global Chief Executive Officer Green SM Pham Nhat Minh Hoang mengatakan, perluasan akses terhadap kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan penyediaan transportasi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Bagi kami, memperluas akses terhadap kendaraan listrik tidak hanya tentang menghadirkan pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam perkembangan mobilitas listrik," ujar Hoang dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).

Menurutnya, melalui program ini perusahaan ingin memberikan alternatif bagi calon pengemudi untuk memulai perjalanan profesional mereka dengan skema yang lebih terjangkau, pilihan kendaraan yang beragam, serta dukungan yang membantu mereka menjalankan aktivitas secara optimal.

Selain skema sewa, Green SM menawarkan pembagian hasil hingga 92% bagi mitra pengemudi.

Perusahaan juga menyediakan sejumlah insentif sesuai ketentuan program, yakni bonus pendaftaran sebesar Rp 1 juta per bulan, bonus merek Rp 676.000 per bulan, serta bonus operasional hingga Rp 1,34 juta per bulan.

Baca Juga: WIKA Garap Proyek SPAM Pascabencana di Sumut, Targetkan Pulihkan Akses Air 995 Rumah

Meski demikian, pendapatan aktual pengemudi tetap bergantung pada aktivitas, performa, dan ketentuan program yang berlaku. Karena itu, calon mitra perlu memperhitungkan biaya sewa, jarak tempuh, serta waktu operasional sebelum menentukan kelayakan skema tersebut bagi kebutuhan masing-masing.

Dari sisi biaya energi, mitra pengemudi Green SM memperoleh fasilitas pengisian daya gratis di stasiun pengisian kendaraan listrik V-Green. Fasilitas ini menjadi bagian dari dukungan operasional yang ditawarkan perusahaan untuk membantu pengemudi mengelola pengeluaran selama menjalankan layanan.

Hoang mengatakan, kesejahteraan pengemudi menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan transportasi berkelanjutan.

“Di Green SM, kami percaya bahwa membangun layanan transportasi yang berkelanjutan harus dimulai dengan memperhatikan kesejahteraan para pengemudi yang menjadi bagian penting dari ekosistem kami," jelasnya.

Ia menambahkan, dengan memperluas akses terhadap kendaraan listrik, Green SM menghadirkan skema biaya yang lebih terjangkau, serta memberikan peluang pendapatan dan dukungan operasional.

"Kami ingin membantu mitra pengemudi membangun mata pencaharian yang lebih berkelanjutan sekaligus berkembang bersama industri mobilitas listrik. 

Penggunaan kendaraan listrik juga menawarkan karakteristik operasional yang berbeda dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal. Sistem penggerak listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak, sehingga berpotensi mengurangi kebutuhan sejumlah jenis perawatan rutin. Namun, biaya perawatan aktual tetap bergantung pada jenis kendaraan dan kondisi penggunaannya.

Baca Juga: InJourney Perluas Kemitraan B2B untuk Dongkrak Bisnis Pariwisata Indonesia

Dari sisi kenyamanan, kendaraan listrik menawarkan tingkat kebisingan dan getaran yang lebih rendah. Karakteristik ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengemudi yang menghabiskan waktu cukup panjang di jalan maupun bagi penumpang yang menggunakan layanan untuk perjalanan jarak jauh.

Green SM juga membekali mitra pengemudi dengan pelatihan yang mencakup keterampilan berkendara, profesionalisme, dan keselamatan di jalan. Perusahaan turut mengedepankan transparansi tarif melalui informasi biaya perjalanan yang dapat diketahui lewat aplikasi atau argometer resmi kendaraan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen layanan Green SM yang disebut sebagai 5 Green Promises, yaitu Good Vehicles, Good Drivers, Good Prices, Good Experiences, dan Good for the Environment.

Menurutnya, transisi menuju mobilitas listrik tidak hanya berkaitan dengan penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman, aman, dan transparan bagi pelanggan. 

"Melalui komitmen 5 Green Promises, yaitu Good Vehicles, Good Drivers, Good Prices, Good Experiences, dan Good for the Environment. Kami ingin memastikan bahwa keberlanjutan berjalan beriringan dengan kualitas layanan, profesionalisme pengemudi, serta kepercayaan pelanggan terhadap transportasi listrik,” ujar Hoang.

Potensi manfaat ekonomi kendaraan listrik bagi pengemudi juga tercermin dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Applied Energy. Studi tersebut menunjukkan bahwa peralihan ke kendaraan listrik berpotensi menghemat biaya sebesar US$ 14.000 hingga US$ 24.500 bagi pengemudi layanan ride-hailing penuh waktu serta mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) sebesar 47 ton hingga 66 ton sepanjang masa pakai kendaraan.

Namun, potensi penghematan tersebut tidak otomatis berlaku sama bagi setiap pengemudi. Perhitungan ekonomi tetap perlu mempertimbangkan biaya sewa, jarak tempuh, durasi kerja, skema pendapatan, serta kebutuhan operasional masing-masing.

Secara global, Green SM mencatat telah melayani sekitar 850 juta perjalanan dengan total jarak tempuh hampir 6 miliar kilometer.

Baca Juga: Batam Dilirik Jadi Lokasi Pengembangan Teknologi Sampah Jadi Listrik dari China

Berdasarkan data perusahaan, operasional tersebut berkontribusi terhadap pengurangan lebih dari 800.000 ton emisi CO2, setara dengan jumlah karbon yang diserap sekitar 36 juta pohon.

Melalui skema penyewaan kendaraan listrik dan dukungan operasional tersebut, Green SM berupaya memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan di sektor transportasi berbasis kendaraan listrik. 

Perkembangan bisnis ini turut menunjukkan bahwa transisi menuju mobilitas listrik tidak hanya menyangkut perubahan teknologi kendaraan, tetapi juga membuka alternatif bagi pengemudi dalam mengakses kendaraan dan mengelola biaya usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News