Greg Abel Tancap Gas, Berkshire Hathaway Investasi Rp300 Triliun dalam Dua Hari



KONTAN.CO.ID - CEO baru Berkshire Hathaway, Greg Abel, bergerak cepat dengan menggelontorkan dana senilai US$16,8 miliar atau sekitar Rp300 triliun hanya dalam waktu dua hari melalui dua transaksi besar di sektor teknologi dan properti.

Langkah tersebut menjadi sorotan karena dilakukan hanya beberapa bulan setelah Abel resmi menggantikan Warren Buffett sebagai CEO.


Mengutip laporan Reuters pada Senin (1/6/2026), Berkshire menambah investasi di Alphabet, induk Google, senilai US$10 miliar (Rp178,6 triliun). 

Dalam transaksi terpisah, Berkshire juga mengakuisisi perusahaan pengembang perumahan Taylor Morrison Home Corp senilai US$6,8 miliar (Rp121,4 triliun).

Ringkasan Investasi Berkshire dalam Dua Hari

Transaksi Nilai
Investasi tambahan di Alphabet (Google) US$10 miliar (Rp178,6 triliun)
Akuisisi Taylor Morrison Home Corp US$6,8 miliar (Rp121,4 triliun)
Total investasi US$16,8 miliar (Rp300 triliun)
Posisi kas Berkshire per Maret 2026 US$380,2 miliar (Rp6.790 triliun)
Baca Juga: Mukesh Ambani Turun Kasta, Ini Konglomerat Jepang yang Jadi Orang Terkaya di Asia

Taruhan Besar pada AI dan Properti

Perusahaan sepakat membeli saham baru Alphabet senilai US$10 miliar sebagai bagian dari penggalangan dana ekuitas senilai US$80 miliar yang dilakukan perusahaan tersebut.

Berkshire sebenarnya mulai mengoleksi saham Alphabet sejak kuartal ketiga tahun lalu. Hingga 31 Maret 2026, nilai kepemilikannya telah mencapai US$16,6 miliar.

Dengan tambahan investasi terbaru, Alphabet diperkirakan akan masuk dalam jajaran lima besar kepemilikan saham Berkshire.

Warren Buffett selama bertahun-tahun dikenal berhati-hati terhadap perusahaan teknologi, meski pada 2019 ia bersama mendiang Charlie Munger pernah mengakui terlambat melihat potensi bisnis Google.

Di saat yang sama, Berkshire tetap mempertahankan fokusnya pada sektor ekonomi riil melalui akuisisi Taylor Morrison Home Corp.

Perusahaan tersebut merupakan salah satu pengembang perumahan terbesar di Amerika Serikat dengan operasional di 12 negara bagian.

Per Maret 2026, Berkshire masih memiliki kas sebesar US$380,2 miliar atau sekitar Rp6.790 triliun, salah satu yang terbesar dalam sejarah perusahaan.

Sebagian investor sebelumnya menilai dana tersebut terlalu besar untuk hanya disimpan tanpa dimanfaatkan.

Baca Juga: Profil Benedetto Vigna: Sosok di Balik Transformasi Ferrari ke Pasar Mobil Listrik

Jejak Tangan Dingin Greg Abel

Greg Abel bukan nama baru di lingkungan Berkshire Hathaway. Pria kelahiran Kanada itu memulai kariernya di sektor energi sebelum bergabung dengan MidAmerican Energy pada 1992, perusahaan yang kemudian menjadi bagian dari Berkshire Hathaway.

Di bawah kepemimpinannya, bisnis energi Berkshire berkembang pesat hingga menjadi salah satu perusahaan utilitas terbesar di Amerika Utara.

Sejak 2018, Abel juga dipercaya mengawasi hampir seluruh bisnis non-asuransi Berkshire, mulai dari energi, manufaktur, transportasi hingga ritel.

Abel dikenal sebagai eksekutif yang mengedepankan disiplin keuangan dan investasi jangka panjang, tetapi juga dinilai lebih agresif dalam mengeksekusi peluang bisnis dibandingkan Buffett.

Karena rekam jejak itulah ia dipilih sebagai penerus salah satu investor paling berpengaruh di dunia tersebut.

Baca Juga: Gaji CEO Baru Berkshire Greg Abel 250 Kali Lipat Buffett: Selisih Rp 420 Miliar!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News