Griyainsani tambah saham MIKA Rp 9,6 triliun



JAKARTA. PT Griyainsani Cakrasadaya (GIC) semakin kokoh menguasai PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) setelah membeli 4 miliar lembar saham atau setara 27,7% dari modal disetorkan. Dengan pembelian saham ini, kepemilikan GIC di MIKA menjadi 60%.

Sebelum membeli saham milik Lion Investama Partners BV, GIC sudah menjadi perusahaan pengendali MIKA dengan kepemilikan saham 32,3%. Sedangkan Lion sebelumnya menggenggam 47,7%.

Direktur Mitra Keluarga Karyasehat Joyce V Handayani, menyampaikan GIC menjadi pemegang saham pengendali Mitra Keluarga. "Di mana kepemilikan saham GIC saat ini menjadi 60% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan penuh," ungkapnya.


Joyce juga memaparkan bahwa transaksi ini dilakukan pada 27 Desember 2016. Dan saat itu tercatat nilai perlembar saham MIKA yaitu Rp 2.420 tentunya dengan angka tersebut nilai transaksi berpotensi Rp 9,6 triliun.

Sebagai catatan, pengelola rumah sakit ini menyedaiakan capital expenditure (capex) sebesar Rp 500 miliar di tahun 2017 naik 30% dibanding tahun lalu Rp 375 miliar. Anggaran ini akan digubakan untuk membangun dua rumah sakit.

Pendanaan tersebut berasal dari sisi dana hasil initial public offering (IPO) beberapa waktu lalu. Dana ini rencananya dialokasikan untuk membangun rumah sakit, ditargetkan hingga 2019 mendatang MIKA menargetkan membangun 6 rumah sakit baru.

Analis NH Korindo Securities, Bima Setiaji menyampaikan prospek MIKA akan bagus di tahun ini, sebab sektor healthcare akan baik seiring dengan dukungan anggaran belanja negara di bidang kesehatan Rp 103,5 triliun dalam APBN 2017.

"Untuk 9M16, pertumbuhan pasian rawat jalan dan inap sendiri meningkat sebesar 18% dan 7% yoy sehingga meningkatkan okupansi tempat tidur pasien menjadi 66.1% dari 59% di 2015," ungkapnya.

Kemudian rencana ekspansi MIKA juga masih sesuai rencana. Yaitu membangun 6 rumah sakit baru hingga 2019 dan menambah 400 kamar inap untuk RS yang sudah beroperasi. Meskipun ada penundaan dua rumah sakit yang tadinya dijadwalkan mulai pada kuartal empat 2016 menjadi kuartal empat 2017.

Sentimen positif lainnya yaitu standardisasi proses pengadaan obat, membuat MIKA mencatat efisiensi biaya bahan baku obat - obatan. Dimana pada 1H15 mencapai 31% namun pada 1H16 turun di level 29%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia