Grok AI Elon Musk Rilis Episode 1 Odyssey, Netizen di X Kritik Pedas: Absolut Sampah!



KONTAN.CO.ID - Platform kecerdasan buatan milik xAI, Grok Imagine, resmi meluncurkan Episode 1 dari serial film pendek berbasis AI terbaru mereka yang berjudul Odyssey. Proyek ambisius ini merupakan kolaborasi kreatif bersama Wonder Studios dan disutradarai oleh kreator film AI terkemuka, Dev Walker.

Peluncuran episode perdana berdurasi sekitar 7 menit ini merupakan buntut dari perseteruan digital antara Elon Musk dan industri perfilman Hollywood. Pada pertengahan tahun ini, sutradara legendaris Christopher Nolan merilis film blockbuster orisinalnya yang berjudul The Odyssey dan sukses besar di bioskop global.

Menanggapi hal tersebut, Musk melemparkan kritik tajam dan menutuh film Nolan terlalu "woke", terutama karena keputusan berani memilih aktris kulit hitam Lupita Nyong'o sebagai Helen of Troy serta aktor transgender Elliot Page sebagai Sinon. Seperti yang dilaporkan oleh Variety dalam ulasan industrinya, Musk sempat sesumbar di platform X bahwa teknologi AI miliknya mampu menciptakan versi tandingan yang jauh lebih akurat secara historis dan setia pada karya asli pujangga Homer.


Namun, menandingi mahakarya Christopher Nolan di layar lebar terbukti bukan perkara mudah. Dirilis resmi oleh Universal Pictures, film live-action The Odyssey milik Nolan tercatat memecahkan rekor box office global. Menggunakan teknologi kamera IMAX 70 mm secara penuh dengan anggaran fantastis mencapai $250 juta, film berdurasi hampir 3 jam ini sukses meraup pendapatan penutupan bioskop (closing box-office) yang luar biasa sebesar $1,8 miliar di seluruh dunia. Pencapaian masif ini tidak hanya menjadikannya salah satu film terlaris sepanjang masa, tetapi juga membuktikan kekuatan magis bioskop tradisional yang belum bisa digoyahkan.

oster resmi film The Odyssey Christopher Nolan
© Foto oleh Universal Pictures
Kontras dengan kesuksesan sinematik Nolan, xAI akhirnya hanya memilih format serial pendek berdurasi tujuh menit untuk tayangan perdananya di media sosial. Diadaptasi dari puisi epik Yunani kuno, episode pertama ini menampilkan rangkaian visual sinematik mulai dari armada kapal di lautan luas, adegan kapal memasuki gua misterius, hingga kemunculan masa lalu Odysseus sebelum Perang Troya.

Meski dari segi teknis laporan TechCrunch menilai pergerakan ombak dan lautan yang dihasilkan cukup mengesankan untuk ukuran generator video AI saat ini, reaksi berbanding terbalik justru datang dari para pengguna platform X sendiri. Sejak diunggah secara resmi di akun X @imagine pada 23 Oktober, video ini telah mengumpulkan lebih dari 7 juta penayangan, namun kolom komentarnya dibanjiri sentimen negatif dan cibiran dari netizen.

Banyak netizen yang menilai kualitas animasi dan pergerakan karakter dalam film pendek ini masih sangat kaku, aneh, dan tidak berjiwa. Salah satu akun dengan pengikut besar, @BenjiNaesen, menulis komentar sarkastik yang langsung viral, "Sialan, ini benar-benar sampah... seperti yang sudah diduga."

Senada dengan kritik tersebut, pengguna lain dengan akun @IntrepidDog juga menyampaikan kekecewaannya secara jujur. "Ini sangat buruk. Maaf, saya harus jujur," tulisnya di kolom komentar. Sementara itu, akun @gabegenesis menyindir selera estetika sang pemilik platform dengan mencuit, "Ini merangkum dengan sempurna bagaimana selera Elon Musk. Absolut sampah."

Di sisi lain, pengamat industri film digital menilai proyek Odyssey dari Grok AI ini menjadi bukti nyata bagaimana ambisi Elon Musk untuk mendisrupsi Hollywood menggunakan AI masih harus menghadapi jalan terjal. Meskipun teknologi generatif berkembang pesat menuju penceritaan durasi panjang, penolakan keras dari audiens umum terhadap karya seni visual yang dinilai tanpa emosi manusiawi masih menjadi tantangan terbesar bagi xAI ke depannya.