KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
Groundbreaking kelima di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dilakukan pada 29 Februari - 1 Maret pekan ini. Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono menyampaikan
groundbreaking tersebut merupakan yang pertama setelah terlaksananya pemilihan umum. Hal itu menunjukkan keberlanjutan pembangunan IKN karena pemilu yang damai menjadi sebuah prasyarat bagi investasi yang berjalan di IKN.
"(Groundbreaking) Pusat layanan perbankan KIPP IKN dengan akan hadirnya empat bank yang membangun di sana, yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank Kaltimtara sebagai tuan rumah dari ibu kota nusantara," ujar Agung dalam konferensi pers virtual, Selasa (27/2).
Baca Juga: Program Prabowo-Gibran Butuh Anggaran Jumbo, dari Mana Duitnya? Selain layanan perbankan, Agung melihat pentingnya IKN menjadi
smart city. Hadirnya smart city di IKN adalah dengan dukungan infrastruktur komunikasi dengan hadirnya Telkom. Telkom akan membangun Telkom Smart Office. Ini juga menandai dengan dibangunnya infrastruktur layanan dasar telekomunikasi. Selain itu, ada juga
groundbreaking kantor pelayanan BPJS Kesehatan, Pusat Komando IKN, dan Mini Studio Nusantara TVRI. "(Nilai investasi
groundbreaking kelima) Nanti diumumkan di hari h pelaksanaan, oleh presiden," kata Agung. Meski tak menyebut nilai investasi, Agung menyampaikan bahwa Otorita IKN saat ini tengah mengejar investasi sebesar Rp 50 triliun. Adapun saat ini investasi di IKN telah mencapai Rp 47,5 triliun.
Baca Juga: Pilpres Satu Putaran Dinilai Bakal Tekan Ketidakpastian Lebih lanjut Agung menyebut wacana hak angket tidak berdampak pada investasi di IKN. Tercatat hingga saat ini ada sekitar 360 Letter of Intent (LoI) atau minat investasi.
"Minggu depan
market briefing layanan
smart city dengan skema KPBU," tutur Agung. Terkait groundbreaking yang berasal dari investasi asing, Agung menyebut semua masih dalam proses. Ia berharap groundbreaking investasi asing dapat dilakukan pertengahan tahun ini. "(Groundbreaking investor asing) Bisa Agustus, bisa sebelumnya," pungkas Agung. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News Editor: Noverius Laoli