Group Pakuwon Efisienkan Karyawan



JAKARTA. Krisis finansial membuat para pengembang tidak punya banyak pilihan. Sejak beberapa pengembang tidak lagi mendapatkan pinjaman bank, maka mereka pun mulai melakukan penghematan. Tentu saja beberapa proyek yang baru untuk sementara tertunda.Salah satu yang melakukan penghematan adalah Group Pakuwon. Perusahaan ini melakukan efisiensi karyawan yang sedang menggarap proyek Pakuwon di Jakarta dan Bandung. ''Sekitar 300 karyawan terpaksa kami efisiensikan,'' kata Direktur Utama Pakuwon Group Stefanus Ridwan, Senin (1/12), di Jakarta.Nah, mereka yang terkena efisiensi itu adalah yang bekerja di karyawan bagian purchasing, promosi, keuangan, dan pengawas proyek. Pakuwon melakukan ini sejak pekan lalu. Tentunya langkah efisiensi tenaga kerja ini bakal terus berlanjut.Dengan tenaga kerja yang tersisa, Pakuwon malah memaksimalkan kerja para karyawannya. Maksudnya, masing-masing karyawan yang ada saat ini memegang dua tanggungjawab untuk dua proyek yang berbeda. ''Jadi, dua proyek dikerjakan satu orang,'' tandasnya.Penghematan lainnya, Pakuwon menunda untuk sementara pengadaan impor alat-alat dalam bentuk dolar AS. Seperti misalnya lift, elevator dan genset. Mereka menunda pembelian ini sampai 2010. ''Mungkin saat itu keadaan sudah membaik,'' tandasnya.Dengan dana yang ada saat ini sekitar Rp 1,2 triliun, mereka berharap bisa melanjutkan proyek yang ada. Misalnya pembangunan apartemen Gandaria dan Casablanca. Meski terlambat pengerjaannya, mereka berharap bisa selesaikan proyek ini tepat waktu. ''Mudah-mudahan selesai pada 2010. Dan, kami menunda proyek baru,'' ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News