JAKARTA. Grup Artha Graha masuk bisnis baja. Melalui anak usaha yang bernama PT Artha Metal Sinergi, grup perusahaan milik taipan Tomy Winata itu bakal menggandeng perusahaan baja asing guna mendirikan perusahaan patungan yang akan membangun pabrik baja. Artha Metal mengincar kebutuhan baja dalam negeri yang meningkat saban tahun tapi separuhnya diisi produk impor. "Sedangkan Indonesia tengah gencar membangun infrastruktur, ini potensi besar, maka kami masuk industri baja ini," alasan Felix Effendi, Chief Executive Officer PT Artha Metal Sinergi, usai bertamu ke Kementerian Perindustrian (Kemprin), Selasa (25/8). Maksud kedatangan Artha Metal ke Kemprin adalah meminta Menteri Perindustrian Saleh Husin, untuk ikut serta dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Artha Metal dengan mitra asing. Asal tahu saja, Artha Metal baru berdiri tahun lalu.
Grup Artha Graha tergiur masuk bisnis baja
JAKARTA. Grup Artha Graha masuk bisnis baja. Melalui anak usaha yang bernama PT Artha Metal Sinergi, grup perusahaan milik taipan Tomy Winata itu bakal menggandeng perusahaan baja asing guna mendirikan perusahaan patungan yang akan membangun pabrik baja. Artha Metal mengincar kebutuhan baja dalam negeri yang meningkat saban tahun tapi separuhnya diisi produk impor. "Sedangkan Indonesia tengah gencar membangun infrastruktur, ini potensi besar, maka kami masuk industri baja ini," alasan Felix Effendi, Chief Executive Officer PT Artha Metal Sinergi, usai bertamu ke Kementerian Perindustrian (Kemprin), Selasa (25/8). Maksud kedatangan Artha Metal ke Kemprin adalah meminta Menteri Perindustrian Saleh Husin, untuk ikut serta dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Artha Metal dengan mitra asing. Asal tahu saja, Artha Metal baru berdiri tahun lalu.