KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konglomerasi Grup Bakrie siap menggarap bisnis pengolahan sampah menjadi energi atau
Waste to Energy. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melalui entitas usahanya, PT Bakrie Power, menjadi salah satu mitra terpilih dalam proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diselenggarakan oleh Danantara. PT Danantara Investment Management (DIM) bersama dengan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) telah menetapkan mitra terpilih untuk menggarap proyek PSEL Tahap Kedua. Seleksi untuk proyek tersebut mencakup delapan lokasi pengembangan yang meliputi 20 kabupaten/kota. Salah satu mitra terpilihnya adalah Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS), konsorsium yang dibentuk oleh Bakrie Power bersama PT Acritas Karya Persada dan SUS Indonesia Holding Limited. Bakrie Power SUS menjadi
preferred partner Danantara untuk menggarap proyek PSEL di Surabaya Raya.
Baca Juga: Kelangkaan BBM di Sejumlah Daerah Picu Antrean Panjang, Ini Penjelasan BPH Migas President Director & Chief Executive Officer PT Bakrie Power, Ronald Nehemia Sinaga mengungkapkan bahwa waste to energy atau PSEL merupakan salah satu peluang diversifikasi bisnis yang memiliki prospek menjanjikan dalam jangka panjang. Prospek pengembangannya didukung oleh tren global menuju transisi energi dan ekonomi sirkular. Bakrie Power akan terus mengeksplorasi peluang pengembangan usaha ini dengan mengkaji kelayakan setiap potensi proyek secara komprehensif. "Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menyelesaikan tantang pengelolaan sampah perkotaan dan transisi energi di Indonesia," kata Ronald kepada Kontan.co.id, Jumat (17/7/2026). Menurut Ronald, Surabaya Raya menjadi salah satu lokasi prioritas dalam proyek
waste to energy Danantara tahap kedua ini. Informasi yang beredar sebelumnya bahwa kapasitas proyek PSEL di Surabaya Raya bakal bisa mengolah 1.100 ton sampah per hari. Ronald menegaskan, potensi input sampah yang bisa diolah maupun output energi yang dihasilkan akan dikaji secara komprehensif bersama Danantara dan Denera. Kajian ini bertujuan untuk memanfaatkan input secara optimal dengan memanfaatkan kemampuan dan pengalaman teknis SUS sebagai partner teknologi serta Bakrie dan Acritas yang telah membangun berbagai proyek infrastruktur di Indonesia. "Surabaya Raya merupakan salah satu kawasan metropolitan terbesar di Indonesia, sehingga kami melihat proyek ini memiliki potensi untuk memberikan manfaat yang nyata, baik dari sisi lingkungan maupun penyediaan energi bagi kota Surabaya," ungkap Ronald. Konsorsium Bakrie Power SUS bersama Danantara dan Denera akan melaksanakan sejumlah tahapan lanjutan terkait dengan aspek teknis, komersial, perizinan dan pembiayaan proyek. Mengenai jadwal pembangunan dan target operasi komersial, saat ini masih dalam tahap pembahasan dan penyelarasan bersama para pemangku kepentingan terkait.
Baca Juga: Proyek LNG Abadi Masela Diresmikan, Kesejahteraan Masyarakat Lokal Harus Ditingkatkan "Perseroan akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah terdapat keputusan dan kepastian mengenai tahapan implementasi proyek," ujar Ronald.
Ronald juga belum membeberkan secara rinci mengenai total nilai investasi maupun skema dan sumber pendanaan untuk proyek PSEL tersebut. "Terkait dengan ini, kami belum dapat menyampaikan gambaran nilai investasinya," imbuh Ronald. Bakrie Power memiliki porsi kepemilikan saham mayoritas di dalam Consortium Mentari Citra Lestari. Dalam proyek PSEL ini, Ronald mengatakan bahwa konsorsium akan menggandeng mitra dari sisi kontraktor
Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dan peran lainnya yang dibutuhkan sesuai kebutuhan proyek. Bakrie Power memandang prospek bisnis
waste to energy sangat besar mengingat volume sampah perkotaan di Indonesia terus meningkat, sementara kebutuhan akan infrastruktur pengolahan sampah modern masih sangat tinggi. "Kami melihat kondisi ini sebagai peluang untuk menghadirkan solusi yang memberikan manfaat bagi pemerintah daerah, masyarakat, hingga sektor ketenagalistrikan," tandas Ronald. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News