KONTAN.CO.ID - Jakarta Sejumlah perusahaan dalam Grup Barito Pacific memperkuat komitmennya dalam menjaga nilai pemegang saham melalui program pembelian kembali saham atau buy back. Langkah buy back ini dilakukan oleh perusahaan untuk mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan, sekaligus menjadi upaya menjaga stabilitas perdagangan saham di tengah dinamika pasar modal. Tiga emiten yang telah mengumumkan program buy back tersebut adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Masing-masing perusahaan mengalokasikan dana maksimal Rp1 triliun untuk BRPT, Rp 500 miliar untuk CUAN, Rp1 triliun untuk BREN, serta Rp 2 triliun untuk TPIA. Saat dikonfirmasi oleh Tim Kontan, total keseluruhan hasil buy back dari ke-empat emiten milik Prajogo Pangestu tersebut mencapai Rp 830.7 miliar sampai saat ini. Angka ini dapat berubah karena program buy back masing-masing perusahaan masih berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
Grup Barito Pacific Lanjutkan Buyback Empat Saham, Total Capai Rp830,7 M
KONTAN.CO.ID - Jakarta Sejumlah perusahaan dalam Grup Barito Pacific memperkuat komitmennya dalam menjaga nilai pemegang saham melalui program pembelian kembali saham atau buy back. Langkah buy back ini dilakukan oleh perusahaan untuk mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan, sekaligus menjadi upaya menjaga stabilitas perdagangan saham di tengah dinamika pasar modal. Tiga emiten yang telah mengumumkan program buy back tersebut adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Masing-masing perusahaan mengalokasikan dana maksimal Rp1 triliun untuk BRPT, Rp 500 miliar untuk CUAN, Rp1 triliun untuk BREN, serta Rp 2 triliun untuk TPIA. Saat dikonfirmasi oleh Tim Kontan, total keseluruhan hasil buy back dari ke-empat emiten milik Prajogo Pangestu tersebut mencapai Rp 830.7 miliar sampai saat ini. Angka ini dapat berubah karena program buy back masing-masing perusahaan masih berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
TAG: