Grup Sintesa memasarkan suplemen kesehatan



JAKARTA. Sintesa Grup terus melebarkan sayap bisnisnya. Kali ini, kelompok usaha yang selama ini bergerak di bidang properti, industri, energi, dan produk konsumen itu memantabkan diri untuk memasuki bisnis produk kesehatan. Melalui anak usahanya, PT Sintesa Duta Sejahtera, grup tersebut mulai memasarkan branding Sintesa Health.

Sinta Widjaja, CEO Sintesa Group menyebut, mereka akan memasarkan produk suplemen herbal dari luar negeri. "Kita mulai belajar dari luar karena kita tidak bisa sendiri. Produknya kami ambil dari produsen Spanyol, yakni Catalys," katanya, Kamis (14/11).

Meski kini sudah banyak produk serupa yang beredar di pasar, namun itu tak membuat Sintesa gentar.


Sinta mengklaim, produk berbahan alami itu merupakan satu-satunya suplemen kesehatan yang sudah melalui uji klinis pada tahap akhirnya. Selain di Indonesia, produk tersebut juga sudah dipasarkan di 88 negara lain.

Produk kesehatan yang dijajakan Sintesa ditujukan untuk kalangan menengah atas. Harga jualnya Rp 239.000 hingga Rp 1,27 juta.

Uniknya, produk-produk itu tidak akan ditemui di apotek atau toko kesehatan. Sintesa justru memilih cara penjualan konvensional melalui direct selling dengan merekrut sejumlah member sebagai tenaga pemasaran yang disebut advisor.

Sintha mengatakan, cara ini sengaja dipilih agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi member Sintesa Health.

Untuk menjadi member, Sintesa mengutip biaya pendaftaran sebesar Rp 500.000. Setiap produk yang terjual, member akan mendapat sekian persen keuntungan.

Pascalis Ernanta, Staf Marketing PT Sintesa Duta Sejahtera menyebut, perusahaannya menargetkan memperoleh 100 tenaga penjualan hingga akhir 2014 nanti dengan pendapatan sekitar Rp 12 miliar. "Sekarang, kita sudah punya 30 advisor yang terdiri dari para dokter di Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Ujung Pandang, Manado, dan Manokwari," bebernya.

Ternyata, meski bisnis ini baru diluncurkan kemarin, tetapi anak usaha baru di bidang kesehatan yaitu PT Sintesa Duta Sejahtera justru sudah didirikan sejak Januari 2013 lalu. Selain itu, produk-produk suplemen itu sudah mulai dijual pada September kemarin.

Namun, meski sudah mulai menghasilkan pemasukan, tetapi Sintesa Grup masih belum berani berharap banyak dari lini usaha barunya itu untuk menyumbang pemasukan perusahaan tahun ini. Bahkan, menurut Sinta, perolehan bisnis anyarnya pada tiga bulan pertama masih belum bisa dianggap bagus. Ia justru menegaskan bahwa lini kesehatan ini tak dibuat untuk membidik untung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie