GTS Internasional (GTSI) Bidik Peluang Pertumbuhan Bisnis LNG pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GTS Internasional Tbk (GTSI) membidik pertumbuhan bisnis pada 2026 dengan memperluas portofolio di sektor gas alam cair (LNG) seiring prospek permintaan energi yang diperkirakan kembali meningkat.

Strategi tersebut ditempuh melalui pengembangan proyek regasifikasi, penjajakan akuisisi maupun kerja sama armada LNG Carrier berkapasitas menengah, serta perluasan kolaborasi pada bisnis LNG.

Direktur Utama GTS Internasional, Yon Irawan, mengatakan GTSI juga akan mengoptimalkan utilisasi armada, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat struktur permodalan untuk menopang ekspansi bisnis.


Baca Juga: GTS Internasional (GTSI) Dipercaya Layani Pengangkutan LNG dari Terminal LNG Bintuni

"Kami akan melanjutkan ekspansi bisnis melalui pengembangan proyek regasifikasi, penjajakan kerja sama armada LNG, serta memperkuat struktur permodalan,” dalam paparannya, Kamis (25/6/2026). 

Yon bilang manajemen GTSI juga akan meningkatkan keandalan armada melalui optimalisasi biaya operasional dan konsumsi bahan bakar agar efisiensi tetap terjaga di tengah dinamika industri pelayaran.

Optimisme tersebut didukung proyeksi Gas Market Report International Energy Agency (IEA) yang memperkirakan permintaan gas di Asia Pasifik kembali tumbuh lebih dari 4% pada 2026 seiring peningkatan pasokan LNG global.,

 
GTSI Chart by TradingView

Menurut Yon, kondisi itu membuka peluang bagi GTSI untuk memperkuat perannya dalam distribusi LNG berbasis maritim sekaligus mendukung kebutuhan energi antarpulau di Indonesia.

Sebagai penopang ekspansi, GTSI membukukan pendapatan sebesar US $34,7 juta sepanjang 2025. Raihan tersebut meningkat 7,92% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 32,2 juta.

Jika dicermati, kenaikan pendapatan ditopang segmen jasa sewa kapal yang tetap menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 98% terhadap total pendapatan selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga: GTSI Rombak Direksi, Ari Askhara Mundur Usai Jadi Dirut HUMI

Di periode yang sama, total aset GTSI melonjak 32,25% menjadi US$ 149,2 juta, terutama ditopang penambahan armada, kenaikan kas, serta peningkatan piutang usaha.

"Penambahan armada menjadi bagian dari strategi kami untuk memperkuat daya saing sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis logistik maritim dalam jangka panjang,” kata Yon.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News