Guangxie China Incar Investasi Gula di Indonesia



JAKARTA. Kerjasama perdagangan bebas Asean China (AC-FTA) membuka peluang bagi Indonesia dan China untuk meningkatkan kerjasama investasi. Salah satu yang sedang dikembangkan adalah kerjasama dengan pemerintah Guangxie, China.Ketua Harian Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Komite Tiongkok Didi Darwis menyatakan investor Quangxie yang dikoordinir oleh pemerintah Quangxie dalam hal ini adalah Departemen Perdagangan Guangxie menyatakan minatnya untuk berinvestasi di sektor industri gula. "Mereka sangat berminat untuk masuk ke sektor gula. Saat ini mereka sedang melakukan penjajakan dengan mencari lahan di Indonesia seluas 10.000 ha," kata Didi, Kamis (20/5).Untuk lahan ini, pemerintah Indonesia menawarkan lokasi lahan di Papua. Sayangnya, investor asal Guangxie ini tidak berminat. Alasannya, infrastrukturnya belum memadai, sehingga mereka masih terus mencari alternatif lahan lain. Jika investor asal Guangxie masuk ke sektor gula, potensi investasinya lumayan besar. "Bisa lebih dari US$ 1 miliar," kata Didi.Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan menambahkan kerjasama antara Guangxie dan Indonesia diharapkan dapat mendukung perdagangan dan investasi kedua belah pihak. Apalagi tahun ini Indonesia mencanangkan program restrukturisasi beberapa industri seperti industri gula, pupuk, tekstil dan oleokimia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: