KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemulihan ekonomi terus berjalan pasca hantaman pandemi Covid-19. Meski begitu, Bank Indonesia (BI) melihat masih ada risiko yang bisa menahan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, risiko yang bisa menahan pertumbuhan ekonomi dalam negeri berasal dari potensi kinerja ekspor yang tak setinggi pada tahun lalu dan kenaikan harga-harga (inflasi). Menurut Perry, kinerja ekspor tidak selamanya bisa tinggi. “Ke depan, kinerja ekspor akan dipengaruhi perlambatan ekonomi global, karnea permintaan global yang akan terpengaruh dengan perlambatan ekonomi global. Ini memengaruhi kinerja ekspor,” tutur Perry dalam pembacaan hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (21/7) secara daring.
Gubernur BI Ungkap Risiko yang Membayangi Perekonomian RI
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemulihan ekonomi terus berjalan pasca hantaman pandemi Covid-19. Meski begitu, Bank Indonesia (BI) melihat masih ada risiko yang bisa menahan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, risiko yang bisa menahan pertumbuhan ekonomi dalam negeri berasal dari potensi kinerja ekspor yang tak setinggi pada tahun lalu dan kenaikan harga-harga (inflasi). Menurut Perry, kinerja ekspor tidak selamanya bisa tinggi. “Ke depan, kinerja ekspor akan dipengaruhi perlambatan ekonomi global, karnea permintaan global yang akan terpengaruh dengan perlambatan ekonomi global. Ini memengaruhi kinerja ekspor,” tutur Perry dalam pembacaan hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (21/7) secara daring.