Gubernur BI Yakin Fundamental Rupiah Kuat, Lebih Solid di Semester II-2024



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah sempat anjlok, hampir tembus Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah tersebut hanya sementara atau dalam jangka pendek. 

Nah, pelemahan rupiah dalam jangka pendek tersebut, didorong oleh berita yang beredar yang sampai ke Indonesia. 


Meski demikian, Perry menegaskan fundamental nilai tukar rupiah masih terjaga, dengan perkembangan dalam negeri yang baik. 

Baca Juga: Kembali ke Bawah Rp 15.800, Rupiah Menguat di Perdagangan Tengah Hari Ini (30/1)

“Nilai tukar secara fundamental menguat, walaupun dalam jangka pendek melemah,” tegas Perry, Selasa (30/1) di Jakarta. 

Fundamental ekonomi tersebut didorong oleh surplus neraca perdagangan selama 44 bulan berturut-turut. Sehingga, mendorong suplai valuta asing (valas) yang banyak. 

“Surplus neraca perdagangan berarti, valas hasil ekspor lebih banyak bila dibandingkan dengan permintaan valas impor,” tambah Perry. 

Baca Juga: Bos BI Sebut Ada Berita yang Bikin Rupiah Melemah

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia terjaga dengan tingkat inflasi yang berada dalam kisaran sasaran, plus imbal hasil surat berharga negara (SBN) dan saham yang baik. 

Perry menambahkan, fundamental rupiah akan makin solid pada semester II-2024. Hal ini juga seiring dengan potensi penurunan suku bunga acuan The Fed. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi