Gubernur RBA: Bank Sentral Bakal Kerek Suku Bunga Lagi Jika Inflasi Memanas



KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Gubernur bank sentral Australia mengatakan pada hari Kamis bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lagi jika inflasi semakin mengakar. Hal itu diungkapkan setelah Reserve Bank of Australia (RBA) baru saja mengerek suku bunga pertama dalam dua tahun terakhir pada pekan lalu.

Gubernur Bank Sentral Australia (RBA), Michele Bullock, mengatakan bahwa saat ini belum jelas apakah menurunkan inflasi akan memerlukan kenaikan suku bunga lebih lanjut, dan para pembuat kebijakan akan memantau data dengan cermat.

"Jika kita perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut karena inflasi sudah mengakar, dewan akan melakukannya karena itu adalah mandat utamanya," kata Bullock ketika ditanya oleh anggota parlemen.


Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Menguat 1%, Ketegangan AS-Iran Memanas Lagi

RBA menaikkan suku bunga acuannya pekan lalu sebesar seperempat poin menjadi 3,85%, membalikkan salah satu dari tiga pemotongan yang dilakukan tahun lalu. 

Inflasi inti meningkat menjadi 3,4% pada kuartal lalu, laju tercepat dalam lebih dari setahun, dan diperkirakan akan mencapai 3,7% tahun ini, berdasarkan perkiraan RBA sendiri.

Perkiraan tersebut berpusat pada asumsi teknis pengetatan tambahan sedikit lebih dari satu kenaikan suku bunga lagi tahun ini. Bullock mengatakan tidak jelas apakah kenaikan suku bunga lebih lanjut diperlukan mengingat ketidakpastian dalam perkiraan.

Pasar mengimplikasikan sekitar 75% kemungkinan suku bunga akan naik menjadi 4,10% pada pertemuan RBA bulan Mei, setelah rilis angka inflasi kuartal pertama.

Selanjutnya: HokBen Spesial Februari: Nikmati Chicken Tofu Gratis di 24 Jam Store

Menarik Dibaca: HokBen Spesial Februari: Nikmati Chicken Tofu Gratis di 24 Jam Store