Gugat Media di Inggris, Pangeran Harry Akan Kembali Bersaksi di Pengadilan



KONTAN.CO.ID - LONDON. Pangeran Harry dari Inggris dijadwalkan memberikan kesaksian di Pengadilan Tinggi London Kamis depan. Kesaksian ini diberikan terkait gugatan privasi yang diajukan olehnya, penyanyi Elton John, dan beberapa tokoh Inggris terkemuka lainnya, terhadap penerbit Daily Mail.

Harry, putra bungsu Raja Charles, menggugat Associated Newspapers atas dugaan pengumpulan informasi yang melanggar hukum, yang terjadi 30 tahun lalu. Enam penggugat lainnya adalah Elton John, suami John, David Furnish, aktor Liz Hurley dan Sadie Frost, mantan anggota parlemen Simon Hughes, dan aktivis anti-rasisme Doreen Lawrence, yang duduk di House of Lords.

Associated menolak segala kesalahan yang dilakukan oleh perusahaannya. Media Inggris ini mengatakan tidak ada dasar untuk apa yang disebut penggugat sebagai fitnah yang tidak masuk akal terhadap jurnalis mereka.


Baca Juga: Platform Media Sosial Telah Tutup 4,7 Juta Akun Pengguna di Bawah Usia 16 Tahun

Persidangan selama sembilan minggu akan dimulai pada Senin (19/1/2026). Para penggugat akan memberikan bukti di Pengadilan Tinggi London.

Harry akan berada di kursi saksi pada Kamis (22/1/2026), menurut draf jadwal persidangan yang dipublikasikan Kamis (15/1/2026). Pangeran Harry, yang sekarang tinggal di California setelah melepaskan tugas kerajaan, diperkirakan tidak akan bertemu dengan ayahnya selama berada di Inggris.

Ini akan menjadi penampilan pengadilan kedua sang pangeran dalam tiga tahun terakhir. Harry memberi kesaksian di pengadilan pada 2023 silam. Ia menjadi anggota keluarga kerajaan Inggris pertama yang memberikan kesaksian dalam 130 tahun terakhir.

Baca Juga: Pelaku Usaha Inggris Makin Pesimistis

Kala itu, Harry menggugat Mirror Group Newspapers dalam kasus serupa. Anak raja Inggris ini memenangkan kasus tersebut.

Elton John dan David Furnish dijadwalkan untuk memberikan bukti pada Februari. Tapi menurut pengacara keduanya, pembuktian akan dilakukan secara jarak jauh.

Sementara Associated akan berargumen bahwa beberapa anggota tim hukum penggugat terlibat dalam konspirasi untuk menyembunyikan pengetahuan tentang dugaan pelanggaran di Mail dari beberapa penggugat.

Tapi, seorang pengacara yang mewakili para penggugat mengatakan Associated seharusnya tidak diizinkan membuat tuduhan ke pengacara di persidangan. Hakim mengatakan hal tersebut akan diizinkan jika tuduhan tersebut tercantum dalam pembelaan tertulis Associated.

Baca Juga: Netflix Siapkan Uang Tunai Demi Bisa Akuisisi Studio Harry Potter dan DC Comics

Associated gagal mengajukan permohonan untuk membatalkan kasus-kasus tersebut pada tahun 2023 karena terlambat.

Kasus ini adalah kasus terakhir yang diajukan oleh Harry dan istrinya Meghan terhadap media sejak 2019. Harry menyebut ia melakukan ini untuk membersihkan pers Inggris dari para eksekutif dan editor yang menyalahgunakan kekuasaan mereka.

Harry memenangkan kasus melawan Mirror Group pada 2023. Tahun lalu ia menyelesaikan gugatannya terhadap News Group Newspapers, anak perusahaan surat kabar Inggris milik Rupert Murdoch, dengan menerima permintaan maaf dan ganti rugi atas pelanggaran privasi terhadap dirinya dan mendiang ibunya, Putri Diana.

Harry telah lama menyalahkan pers atas kematian Diana dalam kecelakaan mobil di Paris pada tahun 1997 ketika kendaraannya melaju kencang menghindari paparazzi.

Selanjutnya: Moody's Pertahankan Peringkat Indosat (ISAT) di Baa3 Dengan Outlook Stabil

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Sini, Cek Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (16/1) Jabodetabek