KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek infrastruktur masih menjadi motor utama pendorong bisnis produsen baja, tak terkecuali Gunung Steel Group. Meski permintaan akan baja diperkirakan naik, harga bahan baku yang melambung dapat mengganjal bisnis baja tersebut. "Saat ini saja, harga bahan baku sudah naik hampir 14,45% dibandingkan tahun lalu," ujat Kodrat Setiawan, Consumer Relations PT Gunung Garuda subsidiari dari Gunung Steel Group, kepada KONTAN (28/1). Kenaikan ongkos produksi menyebabkan harga produk baja mengalami kenaikan. Sementara, pemesanan baja sudah jauh hari terjadi sebelum ada kenaikan harga bahan baku tersebut. "Karena itu banyak renegoisasi proyek yang dilakukan," kata Kodrat.
Gunung Steel Group patok pertumbuhan 6%-7% di 2018
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek infrastruktur masih menjadi motor utama pendorong bisnis produsen baja, tak terkecuali Gunung Steel Group. Meski permintaan akan baja diperkirakan naik, harga bahan baku yang melambung dapat mengganjal bisnis baja tersebut. "Saat ini saja, harga bahan baku sudah naik hampir 14,45% dibandingkan tahun lalu," ujat Kodrat Setiawan, Consumer Relations PT Gunung Garuda subsidiari dari Gunung Steel Group, kepada KONTAN (28/1). Kenaikan ongkos produksi menyebabkan harga produk baja mengalami kenaikan. Sementara, pemesanan baja sudah jauh hari terjadi sebelum ada kenaikan harga bahan baku tersebut. "Karena itu banyak renegoisasi proyek yang dilakukan," kata Kodrat.