KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inovasi di bisnis kuliner juga kerap dilakukan para pelaku usaha. Seperti yang dilakoni RA Anissa saat mengembangkan usaha Pempek Cek Ya, produk camilan berbasis makanan khas Palembang ini. Awalnya, dia sudah mempunyai usaha pembuatan pempek di Palembang, Sumatra Selatan, sejak 2015. Namun, ide usaha muncul di 2019, saat Annisa ingin kuliner ini bisa dinikmati lebih praktis dan punya daya simpan yang lebih lama. Berbagai percobaan pun ia lakukan. Pasalnya, pempek goreng umumnya hanya renyah sesaat, sebelum akhirnya melempem. Dari situ, lahirlah pempek
crispy, produk andalan Pempek Cek Ya yang kini menjadi pembeda dari produk sejenis.
"Kami buat inovasinya, supaya pempek tidak melempem tapi tetap bisa dinikmati. Produk ini bisa tahan sampai enam bulan," kata Annisa kepada KONTAN, Jumat (3/7).
Baca Juga: Menyulap Karung Goni Bekas Jadi Produk Bernilai Berbeda dengan pempek konvensional, pempek
crispy dikemas dalam
standing pouch dan sudah dilengkapi cuko kental siap santap. Konsumen cukup membuka kemasan tanpa perlu menggoreng atau mencampur kuah. Kini, pempek
crispy besutan Annisa punya lima varian rasa: ada rasa original, balado,
barbeque, keju spesial, dan
salted egg. Selain pempek crispy, Pempek Cek Ya juga masih memproduksi pempek basah dan pempek
frozen dengan bahan baku ikan tengiri maupun ikan gabus. Untuk menjaga kualitas produk Pempek Cek Ya, Anissa bekerjasama dengan sejumlah pemasok bahan baku. Ikan gabus diperoleh dari nelayan di sungai-sungai Sumatra Selatan, sedangkan ikan tengiri dipasok dari distributor yang memasok ikan dari Pulau Jawa.
Baca Juga: Kebab Berkembang Berkat Karyawan Untuk pemasarannya, ia menggabungkan strategi
business to consumer (B2C) dan
business to business (B2B). Baik itu lewat gerai sendiri, toko mitra, maupun penjualan digital. Hasilnya, Pempek Cek Ya tak hanya menjangkau berbagai daerah di Indonesia, tapi sampai ke luar negeri. Mulai Singapura, Malaysia, hingga Hong Kong. Di balik pertumbuhan usaha tersebut, tantangan terbesar justru datang dari bahan baku. Sebagai produk berbasis ikan, kualitas bahan baku yang dia terima setiap hari tidak selalu sama. Untuk itu, Annisa harus bisa menyesuaikan proses produksi pempek supaya hasil akhirnya tetap stabil dari sisi kualitas.
Baca Juga: Menjaring Fulus hingga Mancanegara Ini semua bisa Annisa atasi lantaran dirinya kerap mengikuti berbagai ajang dan pelatihan. Misalnya, Apresiasi Kreasi Indonesia dan program pembinaan dari Kementerian Perindustrian di 2021. Pada 2025, Pempek Cek Ya tampil di Trade Expo Indonesia, bahkan produknya dipamerkan di stan Kementerian Perdagangan. Dengan hasil tersebut, Annisa ingin terus mengembangkan usaha Pempek Cek Ya. Selain membuka cabang baru, ia berharap, produknya dapat menembus pasar ekspor lebih luas lagi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News