Habco Trans (HATM) Gelar Private Placement 868 Juta Saham, Cermati Tujuannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) berencana untuk mengeksekusi aksi korporasi berupa Pelaksanaan Penambahan Modal Hak Tanpa Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHTMETD) alias private placement.

Dalam skema private placement, HATM berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 868 juta saham atau maksimal 10% dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

Saham baru yang akan diterbitkan berupa saham atas nama dengan nilai nominal yang sama dengan saham HATM yang telah dikeluarkan, yakni Rp 50 per saham.


Baca Juga: SR025 Ditawarkan Mulai Besok (21/8), Ini Prospek dan Proyeksi Kuponnya

Sebagai catatan, aksi korporasi ini masih harus mendapatkan restu dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Agustus 2026.

Selain itu, saham baru lewat private placement akan diterbitkan dan dialihkan kepada PT Multi Sarana Nasional (MSN).

Tujuan Priate Placement

Corporate Secretary HATM, Antonius Limbong mengatakan private placament sebagai bagian dari upaya penguatan struktur permodalan. Seiring dengan pertumbuhan kegiatan usaha, HATM memerlukan struktur modal yang lebih kuat dan sehat guna menjaga stabilitas keuangan serta meningkatkan kapasitas pendanaan.

"Melalui langkah ini, HATM bertujuan untuk memperkuat fondasi keuangan Perseroan untuk mendukung pertumbuhan dan peningkatan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," kata Antonius dalam keterbukaan informasi, Rabu (19/8/2026).

Secara rinci, seluruh dana yang diperoleh dari aksi PMHTMETD ini, setelah dikurangi berbagai biaya yang menjadi kewajiban perseroan, rencananya akan dialokasikan untuk belanja modal, yakni penambahan aset berupa armada kapal, maupun untuk pembayaran pinjaman bank.

Baca Juga: Bitcoin Tembus US$ 71.000, Ini Katalis yang Mendorong Penguatan

Di samping itu, para pemegang saham HATM berpotensi mengalami penurunan (dilusi) porsi kepemilikan saham hingga sebanyak-banyaknya 9,09%.

HATM turut memaparkan proyeksi dampak PMHTMETD terhadap kondisi keuangan perseroan, dengan mengacu pada laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang belum diaudit.

Secara rinci, proyeksi tersebut menunjukkan aset lancar perseroan yang sebelumnya tercatat Rp 503,00 miliar diperkirakan melonjak menjadi Rp 823,00 miliar usai perseroan menerima dana segar sebesar Rp 320 miliar dari aksi PMHTMETD. 

Sementara itu, aset tidak lancar diproyeksikan tetap berada di level Rp 1,39 triliun, sehingga jumlah aset perseroan secara keseluruhan naik dari Rp 1,89 triliun menjadi Rp 2,21 triliun.

 
HATM Chart by TradingView

Dari sisi liabilitas, baik liabilitas jangka pendek sebesar Rp 172,57 miliar maupun liabilitas jangka panjang sebesar Rp105,86 miliar diproyeksikan tidak mengalami perubahan pasca aksi korporasi, sehingga jumlah liabilitas perseroan tetap berada di angka Rp 278,43 miliar.

Adapun dari sisi permodalan, jumlah ekuitas perseroan diproyeksikan melonjak signifikan dari Rp 1,61 triliun menjadi Rp 1,93 triliun, sejalan dengan masuknya tambahan modal sebesar Rp 320 miliar tersebut. Alhasil, total jumlah liabilitas dan ekuitas perseroan turut terkerek naik dari Rp 1,89 triliun menjadi Rp 2,21 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News