KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tahun 2026 ini, Allianz Indonesia yang membawahi Allianz Life Indonesia, Allianz Life Syariah Indonesia, dan Allianz Utama Indonesia telah memasang strategi untuk meningkatkan bisnis, aintaranya dnegan fokus pada dua jalur distribusi utama, keagenan dan bancassurance. Langkah ini sebagai upaya perusahaan untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah industri asuransi yang semakin ketat dan sensitif terhadap kualitas layanan serta relevansi produk. Melalui kanal keagenan Allianz Star Network (ASN), Allianz masih mengandalkan basis tenaga pemasar dalam jumlah besar sebagai mesin utama penjualan. Hingga kini, ASN ditopang lebih dari 40.000 business partner, mayoritas berasal dari generasi milenial dan Gen Z. Namun, besarnya jumlah agen ini juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga konsistensi kualitas advis dan kepatuhan terhadap standar pemasaran. Secara kinerja, hingga kuartal III 2025 Allianz Indonesia berada di posisi kedua industri asuransi jiwa dan kesehatan. Dari kanal keagenan, perusahaan membukukan APE Rp 1,8 triliun, tumbuh 3,3% secara tahunan, dengan pangsa pasar 24,7%. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang relatif moderat, sekaligus menandakan bahwa ruang ekspansi masih terbuka, tetapi tidak lagi semudah beberapa tahun lalu.
Hadapi 2026, Allianz Andalkan Agen dan Bancassurance
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tahun 2026 ini, Allianz Indonesia yang membawahi Allianz Life Indonesia, Allianz Life Syariah Indonesia, dan Allianz Utama Indonesia telah memasang strategi untuk meningkatkan bisnis, aintaranya dnegan fokus pada dua jalur distribusi utama, keagenan dan bancassurance. Langkah ini sebagai upaya perusahaan untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah industri asuransi yang semakin ketat dan sensitif terhadap kualitas layanan serta relevansi produk. Melalui kanal keagenan Allianz Star Network (ASN), Allianz masih mengandalkan basis tenaga pemasar dalam jumlah besar sebagai mesin utama penjualan. Hingga kini, ASN ditopang lebih dari 40.000 business partner, mayoritas berasal dari generasi milenial dan Gen Z. Namun, besarnya jumlah agen ini juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga konsistensi kualitas advis dan kepatuhan terhadap standar pemasaran. Secara kinerja, hingga kuartal III 2025 Allianz Indonesia berada di posisi kedua industri asuransi jiwa dan kesehatan. Dari kanal keagenan, perusahaan membukukan APE Rp 1,8 triliun, tumbuh 3,3% secara tahunan, dengan pangsa pasar 24,7%. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang relatif moderat, sekaligus menandakan bahwa ruang ekspansi masih terbuka, tetapi tidak lagi semudah beberapa tahun lalu.