Hadapi Dinamika Bisnis, BRI Insurance Perkuat Underwriting hingga Pengelolaan Klaim



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik dalam mendukung pengelolaan bisnis asuransi umum.

Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo mengatakan bahwa penerapan Good Corporate Governance (GCG) perlu diintegrasikan dengan manajemen risiko dan kepatuhan dalam seluruh proses bisnis. Mulai dari underwriting, penetapan premi, pengelolaan klaim, hingga pemilihan mitra bisnis.

Sehingga, diperlukan penguatan etika bisnis, pengendalian benturan kepentingan, serta kolaborasi antarunit dan pemangku kepentingan.


Melalui penerapan tata kelola yang efektif, perusahaan diharapkan mampu menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan pengelolaan risiko, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, serta menjaga keberlanjutan usaha.

Baca Juga: MSIG Life Terapkan Teknologi AI pada Pengelolaan Klaim Asuransi Kesehatan

Ada tiga aspek yang menjadi sorotan. Yakni tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan yang saling mendukung dalam menjaga kualitas pengelolaan bisnis.

"Penerapan ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses bisnis berjalan secara terarah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Budi, Rabu (28/10).

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan risiko yang lebih terukur, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta menjaga kepercayaan pemangku kepentingan terhadap perusahaan dalam menjalankan bisnis asuransi umum.

Direktur Kepatuhan BRI Insurance, Heri Supriyadi menambahkan, penerapan prinsip tata kelola perlu tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dan proses pengambilan keputusan, dan bukan sebatas pemenuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Dalam industri asuransi umum yang berhadapan dengan berbagai risiko dan dinamika bisnis, dia bilang, penerapan GCG menjadi salah satu landasan untuk memastikan proses pengelolaan perusahaan berjalan secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Ciputra Life Catat Premi Asuransi Kesehatan Korporasi Rp 110 M pada September 2026

Integrasi antara tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan juga menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi risiko serta mempertimbangkan aspek kehati-hatian sebelum mengambil keputusan bisnis.

Salah satu upaya penguatan tersebut dilakuakn dengan menyelenggarakan Compliance Sharing Session bertajuk “Membangun Ekosistem Bisnis Asuransi Umum dalam Kerangka Good Corporate Governance”.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News