Hadapi Pelemahan Daya Beli, DEPO Tetap Incar Pertumbuhan pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) optimistis mampu menjaga pertumbuhan kinerja hingga akhir 2026. Meski edemikian, perusahaan melihat kondisi industri ritel bahan bangunan masih akan dibayangi berbagai tantangan ke deoan. 

Direktur DEPO, Caroline Kettin mengatakan, kondisi industri ritel bahan bangunan sepanjang sisa tahun ini diperkirakan masih cukup menantang. Sebab, kondisi makroekonomi pada kuartal I-2026 masih memberikan pengaruh terhadap industri ritel, termasuk bisnis bahan bangunan.

“Meski itu, kami mengamati adanya minat masyarakat dalam membangun dan kebutuhan renovasi,” ungkap Caroline, kepada Kontan.co.id, Jumat (17/7/2026) lalu. 


DEPO akan terus mengandalkan strategi adaptasi untuk menangkap peluang pasar. Fokus perusahaan diarahkan pada penguatan fundamental operasional, optimalisasi rantai pasok, menjaga kelengkapan dan ketersediaan produk, serta terus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Untuk tahun 2026, DEPO menargetkan pertumbuhan pendapatan yang positif dan solid dengan mempertahankan margin laba yang setara atau bahkan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga: Depo Bangunan (DEPO) Tebar Dividen Rp 10,2 Miliar, Bakal Lanjutkan Ekspansi Terukur

Jika ditelaah, kinerja kuartal I-2026 terpantau menurun. Penjualan neto tercatat sebesar Rp 640,48 miliar, melemah dibandingkan Rp 698,09 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Begitu juga dengan lana tahun berjalan yang menyusut ke angka Rp 13,25 miliar, dari posisi Rp 15,38 miliar di kuartal I-2025.

Penurunan kinerja di kuartal pertama lalu dipengaruhi oleh pergeseran kalender libur nasional. Momentum Ramadan dan Idulfitri yang datang lebih awal, ditambah perubahan pola konsumsi masyarakat akibat kondisi ekonomi makro, turut memengaruhi pola transaksi penjualan.

“Secara keseluruhan, performa Perseroan masih sesuai dengan ekspektasi, kami melihat dinamika ini sebagai siklus operasional yang normal dan memandang sisa tahun ini dengan optimisme penuh,"  paparnya.

Untuk memaksimalkan kinerja paruh kedua, DEPO menyiapkan sejumlah strategi, meliputi pembukaan gerai baru, peningkatan variasi produk, serta penguatan penjualan omnichannel dan kapasitas  tim operasional.

Baca Juga: Caturkarda Depo Bangunan (DEPO) Sasar Ekspansi Gerai ke Luar Pulau Jawa

Di sisi lain, manajemen berharap stimulus fiskal dan peningkatan belanja pemerintah dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Hal ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional, sehingga daya beli di sektor retail ikut meningkat agar target Perseroan dapat terealisasi,” tambahnya. 

Di sisi ekspansi, DEPO tengah mempersiapkan pembukaan gerai baru di sejumlah lokasi potensial dengan fokus pengembangan di luar Pulau Jawa. Gerai terbaru di Palembang, Sumatera Selatan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026.

Terkait pelemahan nilai tukar rupiah, Caroline memastikan perseroan telah menyiapkan langkah mitigasi sehingga dampaknya terhadap margin keuntungan dapat dikelola.

Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan para pemasok untuk menjaga harga jual tetap kompetitif di tengah fluktuasi kurs.

Baca Juga: Caturkarda (DEPO) Tahan Target Pertumbuhan 10%, Ini Strategi Hadapi Tahun 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News