Hadapi Pengaruh China yang Makin Meluas , Taiwan Perkuat Diplomasi Pasifik



KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Taiwan memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara kepulauan Pasifik di tengah meningkatnya persaingan strategis dengan China di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung akan menghadiri sejumlah kegiatan terkait pertemuan puncak para pemimpin negara kepulauan Pasifik yang digelar di Palau mulai pekan depan.

Lin dijadwalkan berangkat ke Palau pada Rabu (26/8/2026) dan berada di negara tersebut selama sepekan.


Ia akan menghadiri sejumlah agenda sampingan, termasuk dialog Pacific Islands Forum yang digelar sekretariat forum serta Pacific Prosperity Exhibit.

Baca Juga: Taiwan: Aktivitas Kapal China Meningkat, Memicu Kekhawatiran Jalur Pasokan Pasifik

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan Lin juga akan bertemu dengan negara-negara Pasifik yang masih memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan serta sejumlah negara sahabat lainnya.

Pertemuan tersebut akan membahas penguatan kemitraan Taiwan dengan negara-negara kepulauan Pasifik sekaligus menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.

Langkah Taiwan ini dilakukan ketika pengaruh China di Pasifik terus meluas. Beijing meningkatkan pengaruhnya melalui pembiayaan pembangunan infrastruktur, pendekatan diplomatik, serta kerja sama keamanan.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan dalam beberapa tahun terakhir berhasil mengurangi jumlah negara kepulauan Pasifik yang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taipei.

Baca Juga: China Makin Agresif, Taiwan Siapkan Skenario Perang dan Hadapi Blokade

Saat ini hanya tiga negara Pasifik yang masih memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, yakni Palau, Tuvalu, dan Kepulauan Marshall.

Persaingan tersebut semakin menjadi perhatian setelah China melakukan uji tembak rudal ke wilayah Pasifik pada Juli lalu.

Langkah itu memicu kekhawatiran negara-negara kawasan, tetapi belum menghasilkan sikap bersama dari pemerintah negara-negara kepulauan Pasifik.

Kondisi itu menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan di kawasan mengenai cara menghadapi meningkatnya persaingan strategis di Pasifik.

Pertemuan para pemimpin negara kepulauan Pasifik di Palau berlangsung mulai Minggu hingga 4 September. China belum memberikan tanggapan atas rencana kunjungan Lin.

Baca Juga: Kapal Induk China Melintasi Selat Taiwan, Ketegangan Kawasan Kian Meningkat

Meluasnya pengaruh China di kawasan Pasifik juga menjadi perhatian Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat yang selama ini memiliki hubungan erat dengan negara-negara di kawasan tersebut.