Hadapi Tantangan Global, Begini Strategi ELPI Jaga Kinerja Sepanjang 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mencatatkan kinerja yang dinamis sepanjang 2025 di tengah tekanan geopolitik global dan tantangan industri pelayaran nasional.

Meski pendapatan mengalami penyesuaian, Perseroan menilai kondisi operasional justru semakin solid.

Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, mengatakan kinerja sepanjang 2025 perlu dilihat secara proporsional. Penurunan pendapatan terutama dipengaruhi kondisi geopolitik global serta penundaan sejumlah proyek offshore.


“Namun dari sisi operasional, kinerja ELPI semakin solid dan mencerminkan pengelolaan usaha yang lebih sehat serta adaptif,” ujar Wawan kepada Kontan.co.id, Kamis (22/1).

Baca Juga: Permintaan Kapal Baru dan Reparasi Naik, Begini Jurus ELPI Pacu Bisnis Galangan

Ia menambahkan, industri pelayaran nasional masih dibayangi berbagai tantangan, mulai dari tingginya biaya logistik, fluktuasi permintaan global, hingga ketidakpastian akibat dinamika geopolitik. 

Meski demikian, ELPI memandang 2025 sebagai momentum untuk memperkuat daya tahan usaha dan meningkatkan efisiensi.

Untuk menjaga kesinambungan kinerja, ELPI melakukan penyesuaian strategi, salah satunya dengan melakukan diversifikasi ke bisnis dry bulk melalui layanan tug & barge dan transhipment. Bisnis transportasi kargo curah kering ini dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas pendapatan Perseroan.

Tak hanya fokus di pasar domestik, ELPI juga mencatatkan pencapaian strategis dengan memperoleh kontrak internasional perdana di Abu Dhabi. Menurut Wawan, capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar global terhadap kapabilitas ELPI.

“Ini menegaskan bahwa perusahaan pelayaran Indonesia memiliki daya saing dan potensi untuk berkiprah di tingkat global,” ujarnya.

Baca Juga: Begini Tren Penipuan Lowongan Kerja, Catat Kategori Pekerjaan yang Jadi Target Penipu

Dari sisi pengembangan armada, sepanjang 2025 ELPI menambah armada secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar dan prinsip keberlanjutan. Pada segmen dry bulk, Perseroan merealisasikan penambahan lima set tug & barge yang merupakan investasi 2024 dan mulai beroperasi efektif pada 2025.

Selain itu, ELPI telah mengalokasikan penambahan lima set tug & barge berikutnya. Dengan demikian, dalam satu hingga dua tahun ke depan, Perseroan menargetkan kepemilikan total 10 set tug & barge untuk segmen dry bulk, di luar satu unit mother vessel yang telah dimiliki.

Sementara di segmen offshore, ELPI menambah tiga unit crewboat baru, yakni Kazo, Kazo Agility 2, dan Kazo Agility 3. Armada ini telah beroperasi di Sabah dan melayani Saudi Aramco, sekaligus menunjukkan kemampuan ELPI bersaing di pasar internasional.

Aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian utama. Dalam dua tahun terakhir, ELPI mengembangkan kapal crewboat generasi baru, Jawara 3401 dan Jawara 2601, dengan desain yang lebih efisien energi.

Baca Juga: Kerja Panjang Negara: Membangun Fondasi Bangsa Bernama Sekolah (GAGASAN)

“Desain kapal ini mampu menghemat konsumsi bahan bakar sekitar 10%–20%, sehingga membantu pengendalian emisi sekaligus menekan biaya operasional,” jelas Wawan.

Hingga saat ini, ELPI mengoperasikan total 114 unit armada di berbagai segmen usaha. Ke depan, Perseroan berkomitmen menambah armada secara selektif dan bertanggung jawab dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Selanjutnya: Surplus BI Diproyeksi Menyempit Karena Biaya Operasi Moneter yang Membengkak

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News