KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali menarik perhatian dunia setelah menghadiahkan senapan runduk generasi terbaru kepada pejabat tinggi partai dan militer. Media pemerintah KCNA melaporkan, pemberian senjata tersebut disebut Kim sebagai “senjata luar biasa” sekaligus simbol kepercayaan kepada para elite negara.
Hadiah Senapan Runduk di Kongres Partai
Dalam laporan yang dirilis Sabtu (28/2/2026), KCNA menyebut Kim bertemu dengan kader utama dan perwira komando di markas besar Workers' Party of Korea pada Jumat.
Dalam pertemuan tersebut, ia secara langsung menyerahkan senapan runduk generasi baru yang dikembangkan oleh Academy of Defence Science. Kim menegaskan bahwa senjata tersebut merupakan hasil pengembangan teknologi pertahanan dalam negeri.
Baca Juga: AS Dukung Hak Pakistan Membela Diri di Tengah Konflik dengan Taliban Afghanistan “Seperti yang telah diumumkan, senapan runduk generasi baru yang dikembangkan dan diproduksi oleh Akademi Ilmu Pertahanan kita benar-benar merupakan senjata yang luar biasa,” ujar Kim seperti dikutip KCNA. Pemberian hadiah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Kongres ke-9 partai yang berlangsung selama sepekan.
Elite Militer dan Kim Yo Jong Jadi Penerima
Para penerima hadiah mencakup anggota Komisi Militer Pusat partai, komandan senior Korean People's Army, hingga unit pengawal elite. Menariknya, KCNA untuk pertama kalinya secara resmi menyebut adik Kim, Kim Yo Jong, sebagai Direktur Departemen Urusan Umum Komite Sentral partai. Hal ini mengindikasikan peningkatan peran formalnya dalam struktur kekuasaan Korea Utara. Foto-foto yang dirilis juga memperlihatkan Kim Yo Jong memegang senapan bersama Hyon Song Wol, seorang ajudan dekat pemimpin Korea Utara yang dikenal memiliki hubungan erat dengan keluarga Kim.
Kemunculan Ju Ae Perkuat Spekulasi Suksesi
Selain itu, perhatian publik juga tertuju pada kemunculan putri remaja Kim, Ju Ae. Dalam dokumentasi KCNA, Ju Ae terlihat menghadiri upacara pemberian hadiah dan bahkan membidikkan senapan di lapangan tembak. Ju Ae, yang diyakini masih berusia awal remaja, semakin sering tampil dalam kegiatan resmi negara, termasuk dalam kunjungan inspeksi proyek persenjataan.
Baca Juga: Pakistan Bombardir Kabul, Taliban Siap Negosiasi di Tengah Ancaman Perang Terbuka Menurut National Intelligence Service (NIS) Korea Selatan, meningkatnya peran publik Ju Ae menunjukkan bahwa ia kemungkinan mulai dilibatkan dalam proses kebijakan dan diperlakukan sebagai pemimpin de facto nomor dua. Perkembangan ini memicu spekulasi bahwa Ju Ae tengah dipersiapkan sebagai calon pemimpin generasi keempat dinasti Kim.
Parade Militer Tutup Kongres
Kongres ke-9 partai ditutup dengan parade militer besar, menegaskan fokus Korea Utara pada penguatan kapabilitas pertahanan dan loyalitas elite terhadap kepemimpinan Kim. Langkah simbolik melalui pemberian senjata ini dinilai sebagai bagian dari upaya konsolidasi kekuasaan sekaligus penguatan pesan militer di tengah dinamika geopolitik kawasan.