Hadiri FPCI CEO Forum, Menko Airlangga Dorong Kemudahan Berusaha bagi Pelaku Usaha



KONTAN.CO.ID - Di tengah berbagai ketidakpastian pelemahan kondisi perekonomian global saat ini, capaian impresif pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu menyentuh angka 5,31% (yoy) pada tahun 2022 telah menunjukkan resiliensi Indonesia dalam tataran global. Efektivitas capaian pemulihan ekonomi tersebut salah satunya didorong dengan kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Naisonal (PC-PEN) yang dilakukan Pemerintah selama masa pandemi.

Melalui upaya gas dan rem yang dilakukan dengan pembatasan mobilitas hingga vaksinasi dalam kerangka kebijakan PC-PEN tersebut, Pemerintah telah mampu memastikan pemulihan ekonomi dapat berjalan optimal yang ditandai dengan peningkatan kinerja berbagai indikator ekonomi nasional sekaligus menjaga efektivitas penanganan pandemi.

”Untuk Indonesia, tahun lalu kita memiliki performa yang impresif yakni 5,3% dan sebagian besar sektor-sektor juga menunjukkan pertumbuhan yang positif,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Corporate Policy Brief Program CEO Forum, Selasa (21/03).


Efektivitas upaya Pemerintah dalam memulihkan kondisi perekonomian tersebut juga ditandai dengan penguatan sejumlah indikator pada sektor riil dan eksternal mulai dari Indeks Keyakinan Konsumen yang berada pada level 122,4 per Januari 2023, Purchasing Manager’s Index sebesar 51,2 per Februari 2023, Indeks Penjualan Riil yang tumbuh sebesar 1,7% (yoy) per Januari 2023, hingga neraca perdagangan yang surplus selama 33 bulan beruntun.

Dengan berbagai capaian tersebut, Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kondisi ekonomi nasional melalui investasi dengan mendorong implemetasi Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2022 mengenai Cipta Kerja guna memberikan kepastian hukum dan kemudahan terkait dengan persyaratan dan proses perizinan berusaha. Selain itu, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah juga tengah melakukan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Baru guna mendorong percepatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional.

“Dengan Ibu Kota Negara Baru akan menarik lebih banyak capital serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta menyeimbangkan pertumbuhan antara wilayah timur dan barat,” tegas Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menuturkan bahwa Pemerintah berkomitmen mengakselerasi transisi energi dengan mendorong penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di 2030, melalui Nationally Determined Contribution (NDC) serta Net Zero Emission (NZE) di 2060. Dukungan anggaran telah disiapkan untuk mendukung inisiatif tersebut, seperti kemitraan Just Energy Transition Partnership (JETP) dari Amerika Serikat sebesar USD 20 miliar guna mengembangkan kendaraan listrik, teknologi, dan penggantian pembangkit listrik fosil.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah pelaku usaha yang terlibat juga menyampaikan harapan mulai dari kepastian bagi pelaku usaha terkait kondisi perekonomian jelang pemilu, upaya Pemerintah mendorong peningkatan value added, hingga ketertarikan pelaku usaha untuk terlibat dalam investasi pada pembangunan IKN.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, serta sejumlah President Director perusahaan di Indonesia.

Baca Juga: RUU Penetapan Perpu Cipta Kerja Resmi Disetujui DPR RI untuk Ditetapkan Menjadi UU

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti