KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Haji dan Umrah resmi membuka pendidikan dan pelatihan (diklat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berlangsung selama 20 hari hingga 30 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1/2026). Tercatat, 1.636 calon PPIH dari berbagai daerah mengikuti diklat tersebut.
Baca Juga: ICW: Pembagian 50:50 Kuota Haji Langgar UU, Rente Bisa Tembus Rp 396 Miliar Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa untuk keberangkatan haji 1447 H/2026 M, porsi petugas haji perempuan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan tema haji tahun ini, yakni “Haji Ramah Lansia dan Perempuan”. “Saya sampaikan bahwa selain ramah lansia, tahun ini juga ada ramah perempuan. Kenapa ramah perempuan? Karena jamaah haji setiap tahun jumlah perempuan lebih banyak,” ujar Irfan dalam sambutannya pada pembukaan diklat. Dengan meningkatnya jumlah petugas perempuan, termasuk pembimbing ibadah, Irfan berharap kenyamanan bagi jamaah haji perempuan bisa lebih terjamin. Selain itu, Kemenhaj juga memperbanyak petugas haji bagian pelayanan jamaah (linjam) yang berasal dari TNI/Polri, agar pelayanan di Tanah Suci lebih optimal.
Baca Juga: Dirjen Pajak Bimo Wijayanto Ingatkan Pegawai: Ambil Pajak untuk Diri, Masuk Neraka! “Tahun 2026 merupakan fase penting dalam penguatan layanan haji nasional. Kita menghadapi perubahan regulasi, penyesuaian sistem layanan di Arab Saudi, serta karakteristik jemaah haji yang semakin beragam dari sisi usia, kondisi kesehatan, dan latar belakang sosial,” jelasnya. Irfan menambahkan, sebagai kementerian baru yang khusus menangani haji dan umrah, pihaknya menekankan kesiapan petugas yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada solusi.
“Semua ini menuntut kesiapan petugas yang lebih adaptif, lebih profesional, dan lebih berorientasi pada solusi,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News