KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rumor akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh taipan Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam mulai menemui titik terang. Terbaru, pemegang saham utama BYAN, yakni Low Tuck Kwong dan Elaine Low meneken Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama, entitas terafiliasi Haji Isam pada Rabu (16/9). Merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perjanjian ini terkait rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa BYAN. Penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi pendahuluan. Sayangnya, harga transaksi jual beli saham antar kedua belah pihak tidak diungkap di keterbukaan informasi. Setelah seluruh syarat terpenuhi, maka Jhonlin Baratama akan memiliki saham biasa BYAN sesuai perjanjian yang telah disepakati. "Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perusahaan," tulis Direktur BYAN Jenny Quantero dan Alastair Mcleod dalam keterbukaan informasi, Kamis (17/6).
Haji Isam Selangkah Lagi Caplok 10 Miliar Saham BYAN, Begini Pandangan Analis
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rumor akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh taipan Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam mulai menemui titik terang. Terbaru, pemegang saham utama BYAN, yakni Low Tuck Kwong dan Elaine Low meneken Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama, entitas terafiliasi Haji Isam pada Rabu (16/9). Merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perjanjian ini terkait rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa BYAN. Penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi pendahuluan. Sayangnya, harga transaksi jual beli saham antar kedua belah pihak tidak diungkap di keterbukaan informasi. Setelah seluruh syarat terpenuhi, maka Jhonlin Baratama akan memiliki saham biasa BYAN sesuai perjanjian yang telah disepakati. "Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perusahaan," tulis Direktur BYAN Jenny Quantero dan Alastair Mcleod dalam keterbukaan informasi, Kamis (17/6).
TAG: