Hal-hal memalukan yang terungkap dari panggilan telepon Presiden AS-Ukraina



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump kini tengah menjadi sorotan. Apalagi kalau bukan soal bocornya rekaman suara antara dirinya dengan Presiden Ukraina.

Menurut hasil rangkuman panggilan telepon yang dirilis oleh Pemerintahan Trump pada Rabu (25/9), Trump menekan presiden Ukraina untuk menginvestigasi pesaing politiknya, mantan Wakil Presiden Joe Biden, dengan berkoordinasi dengan jaksa agung AS dan pengacara pribadi Trump.

Melansir Reuters, resume tersebut menunjukkan, telepon selama setengah jam di bulan Juli itu mengungkapkan pertukaran permintaan, janji, dan kecemburuan yang mencengangkan, termasuk beberapa hal yang tidak terkait dengan Biden. Misalnya seperti ketika Trump meminta Presiden Volodymyr Zelenskiy "untuk membantu AS" yang melibatkan kontroversi pada saat Kampanye presiden AS 2016 lalu.


Baca Juga: Begini Isi Pembicaraan Trump dengan Presiden Ukraina yang berujung pemakzulan

Resume ini dirilis sehari setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan majelis yang dipimpin Demokrat meluncurkan penyelidikan impeachment resmi, menyiapkan pertikaian politik yang mengancam posisi Trump saat ia berkampanye lagi untuk pemilihan presiden tahun 2020.

Rincian dari panggilan telepon 25 Juli itu menimbulkan reaksi kemarahan dari Demokrat, yang menuduh Trump meminta bantuan Ukraina untuk mencoreng Biden, kandidat paling utama di antara kandidat presiden Demokrat lainnya yang saat ini tengah bersiap menantang calon presiden Partai Republik dalam pemilihan November 2020.

Panggilan telepon itu terjadi setelah Trump telah memerintahkan pembekuan dana senilai hampir US$ 400 juta yang merupakan bantuan Amerika ke Ukraina.

"Apa yang tercermin dalam catatan-catatan itu adalah penggeledahan seorang pemimpin asing seperti Mafia klasik," kata anggota DPR dari Demokrat Adam Schiff, ketua Komite Intelijen DPR.

Baca Juga: Trump: Kesepakatan dagang dengan Jepang buka akses produk AS senilai US$ 7 miliar

Sementara itu, Trump dan Zelenskiy muncul berdampingan di New York di sela-sela Sidang Umum PBB AS. Keduanya membantah adanya ketidakwajaran dalam panggilan telepon yang dilakukan. "Tidak ada yang menekan saya," kata Zelenskiy seperti yang dikutip Reuters.

Pada konferensi pers yang menutup tiga hari pertemuan PBB di New York, Trump menuduh Demokrat meluncurkan penyelidikan impeachment karena kecemasan tidak dapat mengalahkan suara Republik dalam pemungutan suara.

Dalam sebuah pernyataan, Biden mengatakan Trump menempatkan politik pribadi di atas sumpah jabatannya dan Kongres harus meminta pertanggungjawaban atas "penyalahgunaan kekuasaannya."

Baca Juga: Di transkrip pembicaraan, Trump mendesak Ukraina agar menyelidiki Joe Biden

Kontroversi ini muncul setelah seorang pengungkap fakta dari dalam komunitas intelijen AS yang mengeluh terkait pembicaraan Trump dengan Zelenskiy.

Meskipun hukum federal meminta pengaduan seperti itu harus diungkapkan di hadapan Kongres, pemerintahan Trump belum melakukannya. Anggota DPR dan komite Intelijen Senat diizinkan untuk menindaklanjuti pengaduan pada hari Rabu, sehari sebelum direktur intelijen nasional AS Joseph Maguire, memberikan kesaksian pada sidang panel intelijen DPR.

"Kasus ini sangat mengganggu dan sangat kredibel," kata Schiff setelah melihat pengaduan.

Namun, Mike Conaway dari Partai Republik mengatakan, "Saya belum melihat apa pun yang mengganggu saya."

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie