Halmahera akan menjadi sentra produksi kedelai



JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) membidik daerah Timur Indonesia untuk dijadikan sentra produksi kedelai. Kabupaten Halmahera Selatan akan dilakukan penanaman kedelai dengan target seluas 1.000 hektar (ha).

Selama ini, Jawa Timur menjadi pusat produksi kedelai di Indonesia. Padahal, daerah di Maluku khususnya Halmahera Selatan sangat cocok ditanami kedelai. Pekan ini, Kemtan melakukan penanaman kedelai di luas 200 ha. Ke depan, Menteri Pertanian berjanji akan membuka 1.000 ha di daerah yang sama.

Dalam hitungan Kemtan dengan luas lahan 200 ha dengan produksi sebesar 1,2 ton per ha maka kedelai yang dihasilkan bisa mencapai 240 ton untuk satu kali panen atau sekitar 480 ton dalam setahun.


"Tapi bisa saja produksi naik hingga 3,5 ton per ha. Nanti kami akan hadirkan ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Sambil kami siapkan untuk pembahasan bantuan pertanian di Maluku Utara," tandas Amran pada Kamis (30/4).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi kedelai tahun 2014 melompat 22,3% sebesar 953.956 ton dari 779.992 ton. Padahal jika dilihat trend produksinya tahun 2012 sampai 2014 produksinya naik turun. BPS mencatat tahun 2012 produksi kedelai sebesar 843.153 ton. Lalu pada tahun 2013 turun 7,5% menjadi 779.992 ton. Terakhir pada tahun 2014 naik menjadi 953.956 ton.

Kenaikan produksi ini terjadi karena luas panen dan produktifitas mengalami kenaikan. Luas panen kedelai tahun 2014 mencapai 615.019 hektar (ha) naik dari 550.793 ha. Sementara produktifitas juga terdongkrak menjadi 15,5 kuintal (kw)/ha dari 14,16 kw/ha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto