KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Start up sektor kesehatan terus bertumbuh. Usaha rintisan inni memberikan solusi masalah kesehatan dari dokter-dokter terkemuka di seluruh Indonesia, salah satunya Halodoc. Tahun 2018, Halodoc mengalami kenaikan pertumbuhan hingga 25 kali dari tahun sebelumnya. “Tahun 2018 target kita sudah terpenuhi, bahkan melebihi ekspetasi yang sudah kita targetkan, untuk tahun ini belom dipastikan targetnya,” Ujar Felicia Kawilarang, Vice President Marketing Communications Halodoc. Felicia mengatakan perkembangan bisnis Halodoc terus berkembang dari tahun ke tahun. Sampai saat ini Halodoc sudah menggandeng 150 mitra rumah sakit di seluruh Indonesia untuk pengiriman obat dan konsultasi.
Dalam aplikasi tersebut, telah disediakan tiga layanan kesehatan bagi para pengguna. Yang pertama, konsultasi dokter melalui chat, telepon atau telepon video. Halodoc juga telah menggandeng total mitra dokter sebanyak 22.000 baik dokter umum maupun spesialis. Layanan kedua yakni layanan antar obat dengan menggandeng 1.200 apotek yang tersebar di 30 kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar, Bali dan sebagainya. Delivery layanan obat menggunakan GO-JEK dan akan tiba dalam estimasi waktu 45 menit. “Mereka bisa beli obat dari resep yang dianjurkan lewat aplikasi kami atau bisa juga resepnya di foto lalu dikirim ke apoteker untuk di cek, semua step ada di aplikasi,” Kata Felicia. Ketiga layanan laboratorium, Halodoc menggandeng Prodia untuk memberi fasilitas laboratorium dengan mendatangkan petugas laboratorium datang ke rumah konsumen.