KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekosistem layanan kesehatan digital Halodoc genap berusia 10 tahun pada 2026. Memasuki satu dekade operasional, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem kesehatan digital terintegrasi di Indonesia melalui inovasi teknologi dan pengembangan layanan kesehatan yang lebih proaktif serta personal.
Baca Juga: Apindo Soroti Mulainya Relokasi Industri di Tengah Gelombang PHK Chief Operating Officer Halodoc Alfonsius Timboel mengatakan, sejak berdiri pada 2016, Halodoc telah berevolusi dari sekadar platform telekonsultasi menjadi ekosistem kesehatan digital yang menghubungkan masyarakat dengan tenaga kesehatan berlisensi, apotek, laboratorium, fasilitas kesehatan, hingga berbagai mitra industri kesehatan lainnya. “Sepuluh tahun lalu, kami memulai Halodoc dari pertanyaan sederhana: mengapa akses layanan kesehatan belum merata bagi banyak orang Indonesia? Hari ini, kami bersyukur dapat melayani jutaan masyarakat Indonesia, mulai dari konsultasi dokter, pembelian obat, layanan laboratorium, hingga pemantauan kesehatan keluarga,” ujar Alfonsius dalam acara Media Gathering di Jakarta, Senin (25/5/2026). Menurut Alfonsius, perjalanan Halodoc selama satu dekade juga diwarnai berbagai tantangan, termasuk saat pandemi Covid-19 ketika kebutuhan masyarakat terhadap layanan konsultasi kesehatan digital meningkat tajam.
Baca Juga: Hyundai Optimistis Penjualan Tetap Tumbuh di Tengah Kenaikan Suku Bunga “Memasuki dekade berikutnya, kami fokus membangun layanan kesehatan yang tidak hanya digital, tetapi juga semakin proaktif, personal, dan relevan dengan kebutuhan serta kebiasaan masyarakat yang terus berubah,” katanya. Selama 10 tahun terakhir, Halodoc telah menghadirkan berbagai fitur layanan, mulai dari HLDA hingga Family Care. Beberapa layanan tersebut kini juga dapat diakses melalui aplikasi pesan instan WhatsApp guna memperluas kemudahan akses masyarakat. Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, menjelaskan fitur Family Care memungkinkan pengguna menambahkan profil terpisah bagi setiap anggota keluarga. Fitur tersebut mencakup rekam medis, riwayat kesehatan, jadwal pemeriksaan, hingga layanan perawatan preventif dalam satu tampilan terintegrasi. “Misi Halodoc untuk menyederhanakan layanan kesehatan berarti menghadirkan kemudahan bagi semua kalangan masyarakat, termasuk pengguna yang lebih nyaman menggunakan WhatsApp sehari-hari, mulai dari lansia, pekerja harian, hingga caregiver yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga,” ujar Fibriyani.
Baca Juga: Kementerian ESDM Minta PLN Evaluasi Total Sistem Kelistrikan Usai Blackout Sumatra Selain memperluas layanan bagi pengguna, Halodoc juga terus meningkatkan kualitas layanan medis melalui pengembangan kompetensi tenaga kesehatan. Salah satu upayanya dilakukan melalui Halodoc Academy. Halodoc Academy merupakan wadah pembelajaran terakreditasi Kementerian Kesehatan yang menyediakan program peningkatan kompetensi sekaligus perolehan Satuan Kredit Profesi (SKP) bagi dokter, apoteker, bidan, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Ke depan, Halodoc menegaskan akan terus memperkuat inovasi teknologi, kolaborasi dengan tenaga kesehatan, serta pengembangan ekosistem layanan kesehatan digital agar akses layanan kesehatan di Indonesia semakin mudah, cepat, dan tepat sasaran bagi masyarakat luas. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News