Haloni Jane (HALO) Putuskan Tak bagikan Dividen Tunai Tahun Buku 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Haloni Jane Tbk (HALO) tidak membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham dari laba tahun buku 2022. Hal itu telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Senin (26/6).

Direktur Operasional HALO Juliana mengatakan, yang menjadi tantangan dan yang dihadapi HALO berasal dari setelah pandemi dimana harga yang menurun secara signifikan sehingga harus menjaga efisiensi.

"Menyetujui dan menetapkan untuk tidak menyisihkan dana cadangan dan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2022 selanjutnya laba tahun buku 2022 digunakan untuk menutup akumulasi kerugian," kata Juliana kepada Kontan.co.id, Senin (26/6).


Juliana menyampaikan HALO masih optimistis pada sektor yang dikelola pada tahun ini lantaran telah menunjukkan kinerja positif. Selain itu diharapkan tahun ini dapat bertumbuh lebih cepat seiring dengan kenaikan mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Haloni Jane (HALO) Memperluas Pasar Ekspor

Adapun, HALO telah menyelesaikan pembangunan mesin tambahan di tahun 2022 sehingga total saat ini terdapat 10 mesin sehingga produksi akan meningkat dan akan terus mengembangkan teknologi mesin untuk mencapai efisiensi produk. 

Selain itu, faktor yang mendorong lainnya berasal dari naiknya konsumsi rumah tangga dan kembalinya mobilitas masyarakat sejak dilepasnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada tahun 2022 serta dengan kembalinya aktivitas produksi tentunya akan membantu kinerja HALO. 

"Target operasional pada tahun 2022 relatif tercapai dengan terbukanya kembali perbatasan internasional serta domestik yang mendorong aktivitas perdagangan dan meningkatnya tingkat produksi di segala sektor ekonomi Indonesia, termasuk lini bisnis Haloni Jane," kata Juliana.

Baca Juga: Jalur Pemasaran Haloni (HALO) Pasarkan Sarung Tangan Lateks Petani

Adapun, HALO akan memperluas pasar di sektor horeka dan juga ekspor ke negara-negara baru yang belum pernah dilakukan pengiriman. Selain itu akan terus melakukan inovasi pada mesin produksi untuk menghasilkan produk yang lebih baik lagi.

Di sisi lain, hasil RUPST hari ini juga memutuskan untuk mengganti komisaris independen yang semula dijabat oleh Bapak Nicholas Simon Elliott menjadi Bapak Doktorandus I Dewa Gde Suthapa dan komisaris yang semula dijabat oleh Bapak Sanjeva Advani menjadi Bapak Wilfred Schultz untuk periode 2023 hingga 2027.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati