Hamas Minta Iran Tidak Serang Negara Tetangga, Tetap Tegaskan Hak Bela Diri



KONTAN.CO.ID. Kelompok militan Palestina Hamas menyerukan kepada Iran agar tidak menargetkan negara-negara tetangga, meskipun tetap menegaskan hak Teheran untuk membela diri atas serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan ini menjadi pertama kalinya Hamas secara terbuka mengomentari kebijakan Iran sejak konflik regional meningkat.

Meski sebelumnya menyatakan solidaritas terhadap Iran dalam perang tersebut, Hamas sejauh ini tidak menyampaikan ancaman pembalasan secara langsung.


Baca Juga: Thaifex Horec Asia 2026, Bisnis Inovasi & Sustainability Tarik Minat Mitra Baru

“Kelompok ini menegaskan hak Iran untuk merespons agresi tersebut dengan segala cara yang tersedia sesuai dengan norma dan hukum internasional. Namun kami juga menyerukan kepada saudara-saudara kami di Iran agar tidak menargetkan negara-negara tetangga,” kata Hamas dalam pernyataan resminya Sabtu (14/3/2026).

Hamas juga mendesak negara-negara di kawasan serta organisasi internasional untuk segera menghentikan perang yang sedang berlangsung.

Sementara itu, konflik di kawasan masih terus memanas. Israel dan Hamas sebelumnya menyepakati gencatan senjata di Gaza yang mulai berlaku pada Oktober lalu, namun bentrokan sporadis masih kerap terjadi.

Serangan Israel ke Gaza sempat menurun pada awal pecahnya perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun belakangan intensitas serangan kembali meningkat.

Baca Juga: Iran Menantang, Trump Ancam Targetkan Pusat Ekspor Minyak Kharg Island

Di sisi lain, kelompok bersenjata Lebanon yang bersekutu dengan Iran, Hezbollah, mulai menembakkan serangan ke Israel pada 2 Maret sebagai balasan atas terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran pada awal konflik.

Israel kemudian membalas dengan menggempur sejumlah wilayah di Lebanon yang diduga menjadi basis kelompok tersebut.

Kelompok lain yang juga bersekutu dengan Iran, yakni Houthi movement di Yaman, turut menyatakan solidaritas kuat terhadap Teheran.

Kelompok ini sebelumnya melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang dianggap berafiliasi dengan Israel di Laut Merah selama perang di Gaza.

Namun hingga saat ini, kelompok Houthi belum mengancam akan kembali melanjutkan serangan tersebut.