Hammack: The Fed Perlu Menaikkan Suku Bunga Untuk Meredam Pertumbuhan dan Inflasi



KONTAN.CO.ID - OHIO. Pejabat Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menegaskan kembali pandangannya bahwa bank sentral AS harus segera menaikkan suku bunga guna menurunkan tingkat inflasi yang terlalu tinggi serta meredam pertumbuhan dan investasi dunia usaha.

"Saat berbicara dengan pelaku bisnis, saya mendengar antusiasme mereka untuk menggalang dana dan meminjam modal agar bisa terus berinvestasi. Mereka melihat adanya peluang pertumbuhan—hal yang tentu positif; saya ingin mereka terus melihat peluang pertumbuhan tersebut. Namun, jika pertumbuhan itu berlebihan... hal itu bisa memberikan tekanan tambahan terhadap kenaikan harga dan meningkatkan tekanan inflasi," ujar Hammack di hadapan Dayton Area Chamber of Commerce di Dayton, Ohio seperti dilansir Reuters, Kamis (13/8/2026). 

"Kita perlu memastikan adanya langkah pembatasan melalui kebijakan agar kita bisa menurunkan inflasi dari angka di atas 3% saat ini kembali ke target 2%."


Baca Juga: Birkenstock Kerek Proyeksi Pendapatan yang Didukung Permintaan, Harga Sahamnya Naik

Hammack merupakan salah satu dari tiga pejabat The Fed yang menyatakan perbedaan pendapat dalam rapat bulan lalu, bertentangan dengan keputusan mayoritas untuk mempertahankan suku bunga pinjaman jangka pendek di kisaran 3,50%-3,75%. 

Pada hari Kamis, ia menyatakan bahwa meskipun data inflasi telah membaik dalam dua bulan terakhir, hal itu belum cukup meyakinkannya bahwa arah tren telah benar-benar berubah—terutama mengingat sudah lebih dari lima tahun The Fed tidak mencapai target inflasi 2%-nya. 

"Saya tidak yakin bahwa kita akan terus melihat hal itu, atau bahwa angkanya akan turun cukup rendah hingga membawa kita kembali ke tingkat 2% tersebut," ujarnya. 

"Tugasnya adalah memastikan kita membuat kemajuan menuju angka 2% itu. Lalu pertanyaannya adalah seberapa cepat kita perlu mencapai target 2% tersebut—mungkin kita akan mencapainya, tetapi jika butuh waktu tiga atau empat tahun lagi untuk sampai ke sana, apakah itu bisa diterima?"

Seorang pengecer di Cincinnati mengatakan kepadanya bahwa mereka menaikkan harga "karena mereka tidak tahu dari mana tekanan harga berikutnya akan datang, namun mereka tahu tekanan itu pasti akan muncul dari suatu tempat," tuturnya. 

Baca Juga: Harga Produsen AS Tak Berubah pada Juli, Perkuat Ekspektasi The Fed Tahan Suku Bunga

Ia juga bercerita tentang pertemuannya dengan seorang ayah yang terpaksa melewatkan pertandingan sepak bola tandang anaknya akibat tingginya harga bahan bakar. Orang-orang dengan pekerjaan yang layak pun kini beralih ke bank makanan demi mengatur anggaran mereka, ungkapnya.

"Menurut saya, kita perlu bertindak sekarang karena kita harus menurunkan kembali inflasi ke target 2% itu lebih cepat daripada yang ditunjukkan oleh jalur penyesuaian jangka panjang—mengingat tingkat suku bunga saat ini berada di level tersebut," ujarnya.