KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank DBS Indonesia mencatat hampir 80% karyawannya tel\ah bergabung dalam platform pengembangan karier berbasis kecerdasan buatan (AI), iGrow. Platform ini disiapkan untuk membantu karyawan memetakan kompetensi, menjajaki peluang karier, hingga mengidentifikasi keterampilan yang perlu ditingkatkan di tengah transformasi dunia kerja. Selain iGrow, DBS Indonesia juga mengembangkan iCoach yang menyediakan layanan coaching personal sesuai kebutuhan karyawan untuk mendukung perencanaan dan pengembangan karier.
Baca Juga: Judi Online Terus Bertambah, OJK Minta Bank Blokir 39.923 Rekening per September 2026 Director of Human Resources Bank DBS Indonesia Aries NP Sunu mengatakan, transformasi AI tidak hanya mengubah teknologi yang digunakan perusahaan, tetapi juga cara karyawan bekerja dan menciptakan nilai. Karena itu, DBS Indonesia berupaya memastikan karyawan memiliki keterampilan dan perangkat yang memadai agar dapat berkembang bersama teknologi. "Melalui iGrow, iCoach, serta pengalaman belajar praktis seperti Live Fulfilled Festival, kami mendorong karyawan untuk mengintegrasikan AI ke dalam pekerjaan sehari-hari, sehingga mereka mampu mengurangi aktivitas yang bersifat repetitif, meningkatkan produktivitas, dan memberikan lebih banyak ruang untuk fokus pada pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, kolaborasi, dan penilaian manusia,” ujar Aries dalam siaran pers, Kamis (5/11/2026). Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyelenggaraan Live Fulfilled Festival. Dalam kegiatan ini, karyawan mendapatkan kesempatan mencoba perangkat AI praktis serta mengikuti berbagai program pengembangan keterampilan, karier, dan kesejahteraan. DBS Indonesia juga menyiapkan talenta muda melalui program Management Associate. Pada tahun ini, terdapat 10 peserta yang mengikuti program tersebut. Kebutuhan pengembangan keterampilan ini sejalan dengan proyeksi World Economic Forum (WEF) dalam The Future of Jobs Report 2025. WEF memperkirakan sebanyak 170 juta pekerjaan baru akan tercipta hingga 2030, sementara 92 juta pekerjaan terdampak perubahan pasar tenaga kerja. Dengan demikian, terdapat potensi peningkatan bersih sebanyak 78 juta pekerjaan. Namun, perubahan tersebut juga diikuti pergeseran kebutuhan kompetensi. WEF memperkirakan hampir 40% keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan akan berubah, sehingga program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) menjadi semakin penting. Di tingkat grup, DBS juga meluncurkan Career Advisory Service untuk memberikan pendampingan karier kepada karyawan. Layanan ini menggabungkan platform iGrow dan iCoach dengan dukungan lebih dari 100 penasihat karier internal.
Baca Juga: OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 13,26% dan DPK Tumbuh 8,22% pada Kuartal III- 2026 Pada tahap awal, layanan tersebut ditujukan untuk mendukung karyawan DBS di enam pasar utama dalam mengenali kekuatan diri, menjajaki peluang, serta menyusun rencana pengembangan karier. Selain itu, DBS menandatangani nota kesepahaman dengan Institute of Banking and Finance Singapore (IBF) untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja sektor jasa keuangan dalam menghadapi era AI. Kerja sama tersebut mencakup tiga bidang, yakni pembekalan kompetensi dasar AI, peningkatan keterampilan karyawan untuk beradaptasi dengan perubahan peran, serta penguatan jalur pengembangan talenta muda di sektor keuangan.
Head of Group Human Resources DBS Lee Yan Hong mengatakan, pemanfaatan AI dapat membantu mengotomatisasi pekerjaan repetitif dan administratif, sekaligus mempercepat pengolahan data. Dengan berkurangnya pekerjaan yang bersifat rutin, karyawan diharapkan memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan membangun hubungan. DBS menyatakan akan terus mengembangkan kapabilitas AI dengan tetap menempatkan manusia sebagai bagian utama dalam transformasi dunia kerja. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News