Hang Seng Luncurkan ETF Emas Fisik, Siapkan Tokenisasi Berbasis Blockchain



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hang Seng Investment Management meluncurkan produk exchange-traded fund (ETF) emas berbasis fisik terbaru di Hong Kong, sekaligus membuka peluang pengembangan akses tokenisasi aset emas di masa mendatang.

Produk bernama Hang Seng Gold ETF ini mulai diperdagangkan di Hong Kong Stock Exchange (HKEX) pada Kamis dengan kode saham 3170. ETF ini dirancang untuk melacak LBMA Gold Price AM, patokan harga emas pagi hari yang banyak digunakan secara global dan ditetapkan di London.

ETF ini berstruktur pasif dan didukung oleh kepemilikan emas fisik dalam bentuk batangan yang memenuhi standar London Bullion Market Association (LBMA) good delivery, sebagaimana tercantum dalam dokumen produk.

Emas Disimpan di Hong Kong, HSBC Jadi Kustodian


Emas fisik yang menjadi dasar ETF ini disimpan di brankas di Hong Kong, dengan HSBC bertindak sebagai kustodian emas.

Baca Juga: Harga Emas Dekati Level US$ 5.600, terdorong Lonjakan Permintaan Aset Safe Haven

Struktur ETF memungkinkan mekanisme penciptaan dan penebusan unit dalam bentuk tunai serta, dalam kondisi tertentu, dalam bentuk emas fisik oleh dealer partisipan. Sementara itu, investor ritel dapat memperdagangkan unit ETF ini di pasar sekunder layaknya saham biasa.

Kelas ETF yang tercatat diperdagangkan dalam mata uang dolar Hong Kong (HKD) dengan ukuran satuan transaksi (board lot) sebanyak 50 unit.

ETF ini mengenakan biaya tahunan sekitar 0,40% dengan estimasi tracking difference tahunan minus 0,50%. Hang Seng menegaskan bahwa dana ini tidak membagikan dividen, sehingga imbal hasil sepenuhnya bergantung pada pergerakan harga emas.

Hang Seng Siapkan Unit Emas Bertokenisasi

Di luar ETF yang telah tercatat di bursa, Hang Seng juga mengungkapkan rencana pengembangan unit ETF tidak tercatat yang ditokenisasi. Unit bertokenisasi ini akan merepresentasikan kepemilikan atas unit dana yang dicatat melalui infrastruktur blockchain.

Namun, unit bertokenisasi tersebut belum tersedia dan masih menunggu persetujuan regulator.

HSBC ditunjuk sebagai agen tokenisasi yang akan menerbitkan token digital sebagai representasi kepemilikan unit dana. Setiap token akan mewakili satu unit, atau sebagian unit, dari ETF tersebut. Proses langganan (subscription) dan penebusan (redemption) akan dicatat di blockchain publik.

Dalam prospektus disebutkan bahwa: “Pada tahap awal, Agen Tokenisasi berencana menggunakan Ethereum sebagai blockchain utama. Blockchain publik lain dengan tingkat keamanan dan ketahanan teknologi distributed ledger yang sebanding dapat diadopsi di masa depan.”

Meski demikian, unit bertokenisasi ini hanya dapat dilanggan dan ditebus melalui distributor resmi, dan tidak akan diperdagangkan di pasar sekunder.

Baca Juga: Harga Emas Meledak! Dekati US$5.600, Akankah Terus Melaju?

Peluncuran ETF ini terjadi di tengah lonjakan harga emas. Pada Kamis, harga emas spot naik sekitar 4% dan mendekati US$5.530 per ons, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

NYSE Kembangkan Platform Saham dan ETF Bertokenisasi

Tren tokenisasi aset juga berkembang di Amerika Serikat. Pekan lalu, New York Stock Exchange (NYSE) bersama induk usahanya, Intercontinental Exchange, mengumumkan pengembangan platform berbasis blockchain untuk memperdagangkan saham dan ETF yang ditokenisasi.

Platform ini dirancang untuk memungkinkan perdagangan 24 jam sehari, 7 hari seminggu, serta penyelesaian transaksi hampir instan, dengan catatan menunggu persetujuan regulator.

Sementara itu, dalam laporan terbarunya, Sygnum menyebut bahwa lembaga keuangan tradisional semakin bergerak menuju infrastruktur berbasis blockchain. Tokenisasi diperkirakan akan menjadi arus utama pada 2026.

Co-founder sekaligus CEO Sygnum, Mathias Imbach, memprediksi bahwa hingga 10% penerbitan obligasi baru oleh institusi besar dapat dilakukan dalam bentuk tokenisasi pada saat peluncuran.

Selanjutnya: Pemerintah Pastikan Tak Ada Insentif Motor Listrik di 2026, Ini Kata Aismoli

Menarik Dibaca: GENTLY Baby Hadirkan Multipurpose Balm untuk Bantu Atasi Masalah Kulit Anak