Hanson International membidik marketing sales Rp 1 triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hanson International Tbk (MYRX) memasang target penjualan pemasaran alias marketing sales berkisar Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun pada tahun ini. "Sebagian besar target berasal dari proyek kami di Maja, Tangerang," ujar Corporate Finance & Investor Relations MYRX, Hermawan Raharjo saat berkunjung ke kantor redaksi Kontan.co.id, Rabu (28/2).

Melalui cucu usahanya, MYRX saat ini menggarap proyek perumahan Citra Maja Raya yang digarap bersama PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

MYRX berkomitmen mengerjakan proyek berbentuk kerja sama operasi (KSO) di atas lahan milik sendiri, yang luasnya sekitar 1.000 hektare (ha). Proyek tersebut diprediksi bisa menyumbang marketing sales Rp 500 miliar pada tahun ini.


MYRX juga berharap bisa meraih pendapatan dari proyek perumahan di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Saat ini, emiten milik investor Benny Tjokrosaputro ini sedang menggarap proyek perumahan bernama Forest Hill. Proyek itu diharapkan bisa memberikan kontribusi sebesar Rp 200 miliar.

Di samping itu, MYRX merancang untuk membangun proyek perumahan baru yang juga berlokasi di kawasan Serpong. Perumahan yang akan diberi nama Millenium City ini akan dibangun di atas lahan seluas 900 ha.

"Rencananya proyek ini mulai dibangun dan dipasarkan pada kuartal ketiga nanti," ujar Hermawan. Target marketing sales dari proyek ini sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar.

Analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada menilai, proyek perumahan MYRX membuat saham ini berprospek cukup baik pada tahun ini. Sebab, permintaan rumah di kawasan pinggiran Jakarta terus meningkat. "Sehingga hal ini bisa jadi kesempatan baik bagi MYRX tahun ini," ujar dia, kemarin.

Reza merekomendasikan buy saham MYRX dengan target di level Rp 205 per saham. Harga saham MYRX pada perdagangan kemarin ditutup melemah 4,40% menjadi Rp 152 per saham.

Harvest Time tunda IPO

Kasus sengketa lahan yang menimpa PT Harvest Time menyebabkan perusahaan ini menunda rencana initial public offering (IPO) di bursa saham Indonesia. "Setelah proses hukum selesai, kami akan melanjutkan rencana ini," ujar Rony Agung Suseno, Direktur Hanson International kepada Kontan.co.id, kemarin. MYRX  merupakan induk Harvest Time.

Namun, dia belum bisa memprediksi kapan IPO Harvest Time bisa dilaksanakan. "Yang jelas, kami telah mengajukan banding atas tuntutan ini," papar Rony.

Sebelumnya, Harvest Time bersama Maria Sofiah dan tujuh pihak tergugat lainnya dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Jakarta Selatan atas sengketa lahan di kawasan Maja, Tangerang, senilai Rp 1,16 triliun. Gugatan ini dilayangkan PT Equator Majapura Raya, PT Equator Kartika dan PT Equator Satrialand Development.

Harvest Time berencana menawarkan 1,86 miliar saham atau 15,02% melalui IPO. Perusahaan ini telah menunjuk Minna Padi Investama Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati