Hanson menyisir fulus properti menengah bawah



JAKARTA. Tahun depan, PT Hanson International Tbk akan melanjutkan strategi tahun ini, yakni menyasar segmen properti menengah bawah. Perusahaan yang awalnya bergelut di sektor pertambangan itu beralasan strategi itu jitu mengerek pendapatan penjualan alias marketing sales tahun 2014.

Semula, Hanson International mengincar marketing sales Rp 700 miliar. Namun, menjelang tutup tahun ini, marketing sales tercatat Rp 1,2 triliun. Perusahaan itu melego rumah dengan kisaran harga Rp 120 juta per unit.

Musabab marketing sales melejit karena ada permintaan besar. "Soalnya kelas menengah ke bawah itu membeli rumah memang karena butuh. Beda dengan menengah ke atas yang membeli rumah hanya untuk kemewahan dan investasi," ujar Presiden Direktur International Benny Tjokrosaputro, kepada KONTAN belum lama ini.


Dua portofolio proyek properti yang tengah dikembangkan ada di Banten yakni Citra Maja Raya dan Serpong Kencana. Di Citra Maja Raya, Hanson International akan membangun 4.278 unit rumah dan 1.230 unit rumah toko (ruko). Capaian marketing sales hingga pekan pertama bulan ini mencapai Rp 934,79 miliar.

Sementara, di Serpong Kencana, Hanson International telah membangun 500 unit rumah. "Ada satu perusahaan yang berminat membeli 1.000 unit rumah di Serpong Kencana," ujar Benny tanpa menyebutkan identitas perusahaan yang dia maksud.

Perusahaan berkode MYRX di Bursa Efek Indonesia itu masih memiliki tabungan lahan atawa landbank seluas  3.200 hektare (ha). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina