KONTAN.CO.ID - Dunia dikejutkan dengan berita mengenai penyebaran Hantavirus di sebuah kapal pesiar pada Minggu (3/5/2026). Melansir Reuters, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan satu kasus hantavirus telah dikonfirmasi di antara penumpang sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik. WHO menyebut ada enam orang yang terdampak dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, tiga orang meninggal dunia dan satu orang kini dirawat di unit perawatan intensif (ICU) di Afrika Selatan, menurut pernyataan WHO dalam unggahan di platform X.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit serius pada manusia di berbagai belahan dunia. Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit, terutama saat seseorang terpapar urin, kotoran, atau air liur hewan tersebut. Penularan juga bisa terjadi melalui gigitan atau cakaran tikus, tetapi hal ini jarang terjadi. Hantavirus dapat menyebabkan dua sindrom utama: Baca Juga: Harga Minyak Turun Setelah Sentuh Tertinggi 4 Tahun, Pasar Cemaskan Hal Ini 1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) HPS ditemukan di Belahan Bumi Barat, termasuk Amerika Serikat. Virus hantavirus yang paling umum menyebabkan HPS di AS ditularkan oleh tikus rusa (deer mouse). 2. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) HFRS merupakan kelompok penyakit dengan gejala klinis serupa yang disebabkan oleh hantavirus yang banyak ditemukan di Eropa dan Asia. Namun, virus Seoul—salah satu jenis hantavirus penyebab HFRS, ditemukan di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat.Tanda dan Gejala
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) HPS adalah penyakit berat dan berpotensi mematikan yang menyerang paru-paru. Gejalanya biasanya muncul 1 hingga 8 minggu setelah kontak dengan tikus yang terinfeksi. Gejala awal:- Kelelahan
- Demam
- Nyeri otot, terutama di otot besar seperti paha, pinggul, punggung, dan kadang bahu
- Sakit kepala
- Pusing
- Menggigil
- Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan nyeri perut
- Batuk
- Sesak napas
- Dada terasa sesak karena paru-paru terisi cairan
- Sakit kepala hebat
- Nyeri punggung dan perut
- Demam/menggigil
- Mual
- Penglihatan kabur
- Wajah memerah
- Peradangan atau kemerahan pada mata
- Ruam
- Tekanan darah rendah
- Syok akut (gangguan aliran darah)
- Perdarahan internal
- Gagal ginjal akut yang dapat menyebabkan penumpukan cairan berlebihan
- Tingkat keparahan penyakit tergantung jenis virus penyebabnya.
Cara Mengurangi Risiko
Untuk mengurangi risiko paparan hantavirus:- Hindari atau minimalkan kontak dengan tikus di rumah, tempat kerja, atau lokasi berkemah.
- Tutup lubang dan celah di rumah atau garasi agar tikus tidak masuk.
- Pasang perangkap untuk mengurangi populasi tikus.
- Bersihkan makanan yang mudah dijangkau dan bisa menarik tikus.
Diagnosis
Mendiagnosis hantavirus dalam 72 jam pertama infeksi cukup sulit. Jika tes dilakukan terlalu dini dan hasilnya belum menunjukkan virus, pemeriksaan ulang biasanya dilakukan 72 jam setelah gejala muncul. Gejala awal seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan kelelahan sering kali disalahartikan sebagai influenza. Jika Anda mencurigai infeksi hantavirus, segera temui dokter dan sampaikan riwayat kemungkinan paparan tikus. Tonton: KAI Tutup 2.220 Perlintasan Liar, Risiko Masih Tersisa di 1.089 Titik Laboratorium negara bagian dan CDC dapat mengonfirmasi diagnosis melalui pengujian khusus.Pengobatan dan Pemulihan
- Istirahat
- Hidrasi
- Penanganan gejala