JAKARTA. Besarnya komitmen investasi yang masuk ke Indonesia ternyata tidak semuanya mampu direalisasikan. Menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), rata-rata realisasi atas komitmen investasi yang masuk sejak tahun 2002 hingga 2013 hanyalah 41,2% dari yang dijanjikan. Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, sejumlah faktor telah menyebabkan para investor tidak bisa merealisasikan komitmennya. Misalnya saja masalah tumpang tindih izin, hingga masalah infrastruktur yang belum siap. Dari empat negara yang memiliki komitmen investasi terbesar, rasio realisasi tertinggi merupakan investasi yang berasal dari Korea Selatan (Korsel). Nilai komitmen investasi Korsel mencapai US$ 9,51 miliar.
Hanya 41% komitmen investasi yang terealisasi
JAKARTA. Besarnya komitmen investasi yang masuk ke Indonesia ternyata tidak semuanya mampu direalisasikan. Menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), rata-rata realisasi atas komitmen investasi yang masuk sejak tahun 2002 hingga 2013 hanyalah 41,2% dari yang dijanjikan. Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, sejumlah faktor telah menyebabkan para investor tidak bisa merealisasikan komitmennya. Misalnya saja masalah tumpang tindih izin, hingga masalah infrastruktur yang belum siap. Dari empat negara yang memiliki komitmen investasi terbesar, rasio realisasi tertinggi merupakan investasi yang berasal dari Korea Selatan (Korsel). Nilai komitmen investasi Korsel mencapai US$ 9,51 miliar.