Haraku Ramen Targetkan Miliki 30 Gerai hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan bisnis restoran ramen di Indonesia semakin ketat, seiring bertambahnya pelaku usaha yang menggarap kuliner Jepang. Meski demikian, Haraku Ramen menilai prospek pasar masih menarik dan menargetkan memiliki sekitar 30 gerai hingga akhir 2026.  Brand Marketing Manager Haraku Ramen I Dewa Gede Ari mengatakan, peluang bisnis ramen masih terbuka karena masyarakat Indonesia memiliki konsumsi mi yang tinggi. Selain itu, makan di restoran kini juga menjadi bagian dari gaya hidup sehingga permintaan terhadap menu baru terus tumbuh. “Market-nya masih tumbuh, trennya positif. Kami juga memiliki confidence level yang tinggi terhadap produk ini karena fokus utama kami adalah kualitas produk,” ujar Ari kepada KONTAN, Jumat (7/8).

Baca Juga: Kinerja Semester I-2026 Tertekan, JELI Bidik Pemulihan pada Semester II Menurut Ari, kondisi tersebut membuat persaingan bisnis ramen semakin ketat. Untuk itu, Haraku Ramen mengandalkan kualitas kuah khas Jepang serta inovasi produk agar tetap kompetitif di tengah banyaknya pemain. Salah satu upayanya ialah meluncurkan Creamy Bara Ramen sebagai pengembangan dari Bara Ramen yang menjadi menu terlaris perusahaan. Di sisi ekspansi, Haraku Ramen yang berdiri sejak 2023 kini telah memiliki 23 gerai di delapan kota. Perusahaan menargetkan jumlah gerainya bertambah menjadi sekitar 30 outlet hingga akhir 2026. “Kami masuk sebagai challenger di pasar ramen yang sudah ramai pemain. Karena itu kami fokus menghadirkan produk yang berkualitas agar semakin banyak konsumen dapat menikmati Haraku Ramen,” kata Ari. Ke depan, Haraku Ramen optimistis pasar restoran ramen masih memiliki ruang untuk tumbuh. Perusahaan akan mengandalkan inovasi produk dan ekspansi gerai untuk memperkuat daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.

Baca Juga: Target Transaksi Indonesia Shopping Festival Rp 38 Triliun, CELIOS: Terlalu Ambisius


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News