Harga 755, Saham Ini Akan Bayar Dividen Jumbo, Yield 10,6%
Rabu, 08 April 2026 06:09 WIB
Oleh: Rashif Usman | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Informasi penting untuk investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dividen jumbo kembali tersaji di BEI pada April 2026. Dividen jumbo ini berasal dari PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Manajemen ROTI telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST) pada Selasa, (7/4/2026) di Hotel Mulia, Jakarta. Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah keputusan penggunaan laba bersih perseroan. Dalam rapat, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp 450 miliar, atau setara Rp 80,04 per saham.
Pada perdagangan Selasa 7 April 2026, harga saham ROTI ditutup di level 755, naik 10 poin atau 1,34% dibandingkan sehari sebelumnya. Dengan harga tersebut, yield dividen saham ROTI mencapai 10,06%. Baca Juga: Cermati Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Turun Tiga Hari Berturut-turut Beberapa agenda penting lain yang juga diputuskan dalam rapat antara lain persetujuan atas Laporan Tahunan Direksi Perseroan mengenai jalannya Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, pengesahan neraca dan perhitungan laba rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal yang sama, serta persetujuan atas perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penambahan kegiatan usaha perusahaan. Diberitakan sebelumnya, ROTI berencana menambah kegiatan usaha KBLI 10801 yakni menjalankan usaha industri ransum pakan hewan.
"Untuk produk tepung pakan ternak, perusahaan akan melakukan produksi sendiri dengan memanfaatkan investasi pabrik ransum pakan hewan serta didukung oleh tenaga kerja yang kompeten," tulis Manajemen ROTI dalam keterbukaan informasi, Jumat (27/2/2026). Sehubungan dengan perubahan kegiatan usaha, ROTI telah memiliki tenaga kerja ahli yang dibutuhkan untuk mendukung operasional atas penambahan kegiatan usaha tersebut. Lebih lanjut, penambahan kegiatan usaha industri ransum pakan hewan berpotensi memberi nilai tambah terhadap kegiatan usaha eksisting perusahaan.
Harga Avtur Naik, Kemenhaj Diminta Antisipasi Lonjakan Biaya Haji