Harga aluminium berpotensi berbalik arah



JAKARTA. Harga aluminium lanjutkan koreksi sejak awal Mei 2014. Harga logam dasar ini sempat konsisten naik pada pertengahan hingga akhir April 2014.

Data Kamis (8/5) di bursa London Metal Exchange (LME), harga aluminium untuk pengantaran 3 bulan ke depan per 7 Mei 2014 tercatat senilai US$ 1.769 per metrik ton atau turun 0,84% dibanding harga sehari sebelumnya. Harga aluminium telah terkoreksi hingga 1,11%.

Mengutip dari Bloomberg, harga aluminium dan logam dasar lainnya berpotensi naik karena merespons data neraca perdagangan Tiongkok.


Data itu juga menunjukkan neraca perdagangan Tiongkok bulan April 2014 surplus US$ 18,45 miliar. Naik dari posisi pada bulan sebelumnya yang juga surplus di level US$ 7,71 miliar.

Ini mengindikasikan aktivitas ekonomi Tiongkok kembali bangkit. Demikian, permintaan Tiongkok terhadap logam dasar termasuk aluminium untuk kebutuhan industri bisa terus meningkat.

Analis PT Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, data ekonomi Tiongkok telah sejalan dengan kecenderungan perbaikan ekonomi global.

“Neraca perdagangan Tiongkok sebetulnya biasa saja. Tapi yang penting itu jadi faktor pendukung bahwa ekonomi global kian membaik,” ujar Wahyu.

Ia melanjutkan, dengan perbaikan ekonomi global, harga-harga komoditas bakal kembali terangkat karena aktivitas ekonomi yang mulai ramai. Ia melanjutkan ini terlihat dari pergerakan harga emas dan minyak yang berangsur naik.

Menurut Wahyu, koreksi harga aluminium pada 7 Mei tadi sebatas koreksi teknikal. Pasalnya, harga aluminium terus mendekati level US$ 1.890 pada akhir April lalu sebelum berbalik arah menjelang Mei. “Harga aluminium masih terus konsolidasi di area US$ 1.700 hingga US$ 1.900 dalam jangka panjang,” tambah Wahyu.

Dalam jangka waktu dekat, ia mengutarakan harga aluminium berada di kisaran US$ 1.800 merespons data neraca perdagangan Tiongkok tadi. Tapi juga berpeluang ke US$ 1.900 meski berpotensi terkoreksi karena aksi ambil untung.

Dari segi teknikal, Wahyu mengungkap harga aluminium cenderung datar dengan potensi menguat. Grafik moving average convergence divergence (MACD) berada di area -1,2. Indikator stochastic di level 30 dan relative strength index (RSI) senilai 42. Moving average (MA) 50 di level 1.790, MA100 di 1.779 dan MA200 di level 1.833.

“Secara teknikal, harga aluminium ada potensi rebound jangka pendek namun masih berkonsolidasi,” ujar Wahyu.

Ia memprediksi, harga aluminium hari ini sekitar US$ 1.760 hingga US$ 1.780 per metrik ton. Sedangkan prediksinya untuk sepekan ke depan sekitar US$ 1.750 sampai dengan US$ 1.790 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri