KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga aluminium di pasar global terus menguat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang memicu gangguan pasokan dari produsen besar di kawasan Timur Tengah. Lonjakan harga terjadi setelah dua produsen aluminium utama menghentikan operasinya. Aluminium Bahrain (Alba), pemilik smelter aluminium terbesar di dunia di luar China, menghentikan pengiriman dan menyatakan keadaan kahar (force majeure) akibat terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz. Di saat yang sama, smelter Qatalum di Qatar juga menghentikan operasinya karena pasokan gas terputus. Penghentian produksi diperkirakan berlangsung penuh hingga akhir Maret dengan proses pemulihan yang bisa memakan waktu antara enam hingga 12 bulan.
Harga Aluminium Global Melonjak di Tengah Ketegangan AS–Iran dan Gangguan Pasokan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga aluminium di pasar global terus menguat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang memicu gangguan pasokan dari produsen besar di kawasan Timur Tengah. Lonjakan harga terjadi setelah dua produsen aluminium utama menghentikan operasinya. Aluminium Bahrain (Alba), pemilik smelter aluminium terbesar di dunia di luar China, menghentikan pengiriman dan menyatakan keadaan kahar (force majeure) akibat terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz. Di saat yang sama, smelter Qatalum di Qatar juga menghentikan operasinya karena pasokan gas terputus. Penghentian produksi diperkirakan berlangsung penuh hingga akhir Maret dengan proses pemulihan yang bisa memakan waktu antara enam hingga 12 bulan.