Harga aluminium makin kinclong



JAKARTA. Fundamental yang mendukung dan keadaan pasar global menjadi pendukung pergerakan harga aluminium untuk mencatatkan kenaikan yang signifikan.

Mengutip Bloomberg, Jumat (29/4) pukul 15.56 WIB harga aluminium kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange terangkat 0,66% ke level US$ 1.676 per metrik ton. Ini level  tertinggi sejak Juli 2015. Dalam sepekan terakhir harga aluminium pun sudah terbang 1,45%.

Wahyu Tri Wibowo, Analis Central Capital Futures, menjabarkan hasil gemilang yang dicatatkan oleh aluminium ini berkat pesimisme pasar akan laju kenaikan suku bunga The Fed yang tertunda. Hal ini mengakibatkan pelemahan yang cukup dalam bagi USD dan menguntungkan komoditas seperti aluminium.


“Di sisi lain, ekonomi China yang dipandang lebih positif memberikan arah bullish bagi harga aluminium,” terang Wahyu. Setelah data pertumbuhan ekonomi yang stabil di kuartal satu 2016, perbaikan sektor perumahan dan otomotif di China dinilai pasar sebagai sinyal naiknya permintaan aluminium ke depannya.

Hanya saja, ada faktor yang harus diwaspadai yang bisa mempengaruhi harga aluminium, yakni kemampuan China mempertahankan tren positif ekonominya ini. Selama arah pertumbuhan ekonomi China baik, harga logam industri seperti aluminium pun terus menanjak.

“Bayang-bayang negatif tetap ada, jadi tren bullish ini masih jangka pendek,” kata Wahyu. Namun pergerakan harga memang diakui sudah mengarah ke kisaran US$ 1.700 per metrik ton dalam waktu dekat. Ini pula yang membuat Wahyu memprediksi harga aluminium sepanjang pekan depan masih akan positif.

Setelah The Fed memutuskan mempertahankan suku bunganya di April 2016, harga komoditas masih punya kesempatan mempertahankan kenaikan. Faktor krusial di pekan depan yang dinantikan pasar adalah  rilis data Caixin Manufacturing PMI China April 2016. Jika tumbuh, maka harga aluminium sepanjang pekan bisa terus naik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia