Harga alumunium masih akan turun 4 bulan ke depan



JAKARTA. Lesunya perekonomian China dan permasalahan Yunani menjadi faktor utama penurunan harga alumunium. IMF kemungkinan besar akan merevisi pertumbuhan ekonomi global pada bulan Juli 2015. Indeks dollar yang terus meningkat juga mempengaruhi harga komoditas, termasuk alumunium, mengalami penurunan.

Mengutip Bloomberg Minggu (28/6), harga alumunium pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,10% menjadi US$1,704 per metrik ton dibandingkan hari sebelumnya. Selama sepekan, harga tumbuh 0,76%.

Setelah berada di harga terendah di US$ 1,691 pada pekan lalu, harga alumunium sempat melesat pada Selasa (23/6) di level US$ 1,725 per metrik ton sehubungan dengan dirilisnya HSBC Flash Manufacturing PMI bulan Juni yang mencapai 49,6.


Analis dan Direktur PT Komoditi Ekuilibrium Berjangka Ibrahim mengatakan, “meskipun berada di atas ekspektasinya, ternyata tetap belum bisa mengangkat sentimen positif untuk alumunium.”

Ibrahim menambahkan, kemungkinan gagalnya pembayaran utang Yunani kepada IMF sebesar 1,6 miliar Euro menjadi faktor utama penurunan harga ini selain permintaan dari China yang juga sedikit bermasalah. Pemerintah Yunani pada 5 Juli 2015 nanti akan mengadakan referandum terkait isi proposal yang diajukan oleh Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, yaitu mengenai gaji PNS, PHK, dan dana pensiun.

Ibrahim menambahkan akan dan kemungkinan Bank Sentral Eropa memberikan bantuan dana ke Yunani sebanyak tiga kali lipat dari biasanya sebesar 87,8 miliar Euro melalui kesepakatan. Sementara investor yang menarik dana dalam negeri Yunani mencapai 2 miliar Euro.

Hal ini, kata Ibrahim, mengakibatkan penjualan dollar di sisi lain meningkat. Rilis data dari US juga relatif lebih jelek dengan adanya angka pengangguran yang sedikit meningkat dan pertumbuhan ekonomi di US di Kuartal I sebesar -0,2.

“Masih minus, ya. Masih terjadi kontraksi dan indeks dollar juga masih ditahan oleh Bank Sentral Negara Bagian. Pada Jumat lalu, terjadi taking profit di hampir semua lini, komoditas maupun mata uang” ujar Ibrahim.

Setelah melihat kondisi Yunani yang belum mencapai kata sepakat, IMF akan merevisi pertumbuhan ekonomi global pada bulan Juli nanti setelah sebelumnya Bank Dunia sudah merevisi pertumbuhan ekonomi global tsb.

"kemungkinan besar di Juli, kuartal III akan ada revisi. Kondisi ekonomi global yang masih kontraksi dan ekspor-impor China sangat memprihatinkan, impor turun -0,18% dan ekspor turun -2,5%, ini mengakibatkan stok alumunium di gudang meningkat. China mengalami perlambatan ekonomi" ujar Ibrahim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto