Harga Anjlok 32%, Direktur HGII Ini Borong Saham Perusahaan, Cek Potensi Cuan!
Rabu, 19 Agustus 2026 08:56 WIB
Diperbarui Rabu, 19 Agustus 2026 09:01 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur PT Hero Global Investment Tbk (HGII) Robin Sunyoto menambah kepemilikan saham perusahaan pada Agustus 2026. Pembelian berlangsung di tengah harga saham HGII yang tertekan. Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Robin Sunyoto membeli secara tidak langsung sebanyak 375.000 saham HGII pada 10, 11, 12, dan 14 Agustus 2026. Pembelian tersebut dilakukan untuk tujuan investasi dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp118 hingga Rp124 per saham.
Direktur HGII tambah 375.000 saham Secara rinci, pembelian saham HGII yang dilakukan Robin Sunyoto terdiri atas:
Tanggal
Jumlah saham
Harga per saham
Nilai transaksi
10 Agustus 2026
75.000
Rp124
Rp9,3 juta
11 Agustus 2026
250.000
Rp118
Rp29,5 juta
12 Agustus 2026
25.000
Rp121
Rp3,025 juta
14 Agustus 2026
25.000
Rp120
Rp3 juta
Total
375.000
—
Rp44,825 juta
Dengan demikian, total dana yang dikeluarkan untuk membeli 375.000 saham tersebut mencapai sekitar Rp44,83 juta. Setelah transaksi, kepemilikan Robin Sunyoto di HGII meningkat dari 15.375.000 saham menjadi 15.750.000 saham. Porsi hak suaranya juga naik dari 23% menjadi 24%. Baca Juga: IHSG Menguat 0,75% ke 6.449 Kemarin, Cek Saham yang Banyak Diborong Asing Harga HGII Rp122, bagaimana potensi cuannya? Pada perdagangan Selasa (18/8/2026), saham HGII ditutup di level Rp122 per saham, stagnan dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Jika menggunakan harga Rp122 sebagai acuan, nilai 375.000 saham tambahan yang dibeli Robin Sunyoto saat ini mencapai sekitar: 375.000 × Rp122 = Rp45,75 juta Sementara total dana yang dikeluarkan untuk membeli saham tersebut sekitar Rp44,825 juta. Dengan demikian, secara sederhana terdapat potensi capital gain sekitar Rp925.000 dari pembelian saham tambahan tersebut. Perhitungannya: Rp45,75 juta - Rp44,825 juta = Rp925.000 Namun, angka tersebut merupakan perhitungan berdasarkan harga pasar dan belum memperhitungkan biaya transaksi maupun pajak. Tonton: BEM UI Demo di Bundaran HI, Bawa 8 Tuntutan dan Pertanyakan Makna Kemerdekaan Harga pembelian rata-rata sekitar Rp119,53 Jika seluruh pembelian tersebut dihitung secara tertimbang, harga rata-rata pembelian 375.000 saham HGII berada di sekitar Rp119,53 per saham. Dengan harga HGII Rp122, posisi tersebut mencatat kenaikan sekitar Rp2,47 per saham atau sekitar 2,07%. Perhitungan ini menunjukkan bahwa secara rata-rata, saham tambahan yang dibeli Robin Sunyoto berada sedikit di bawah harga pasar HGII pada 18 Agustus 2026. Namun, pergerakan saham HGII secara keseluruhan masih menghadapi tekanan. Saham HGII anjlok 20,78% sepanjang 2026 Meski Robin Sunyoto menambah kepemilikan saham, kinerja harga HGII sepanjang tahun masih berada di zona merah. Hingga perdagangan Selasa (18/8/2026), harga saham HGII tercatat anjlok 32 poin atau 20,78% secara year to date (YtD). Dengan kondisi tersebut, pembelian saham oleh direksi menjadi salah satu informasi yang patut dicermati investor. Transaksi pembelian saham oleh manajemen dapat menunjukkan adanya keputusan investasi, tetapi tidak otomatis menjadi jaminan bahwa harga saham akan segera berbalik naik. Tonton: Demutualisasi BEI Dimulai, Pasar Modal Indonesia Siap Naik Kelas? Robin Sunyoto tak pertahankan kontrol Dalam laporan kepada OJK, Robin Sunyoto menyatakan bahwa dirinya tidak lagi menjadi pemegang saham pengendali dan tidak berniat mempertahankan kontrol. Dengan penambahan 375.000 saham tersebut, kepemilikan Robin Sunyoto kini mencapai 15,75 juta saham atau setara dengan 24% hak suara.
Pembelian saham dilakukan secara tidak langsung dan disebut memiliki tujuan investasi. Bagi investor, perubahan kepemilikan oleh direksi ini dapat menjadi salah satu indikator yang dipantau bersama dengan kinerja keuangan, prospek bisnis, likuiditas saham, serta valuasi HGII.