Harga Anjlok 48%, Yield Dividen Saham Konstruksi Ini 7,5%, Cek Jadwal Pembayaran!



KONTAN.CO.ID  - JAKARTA. Peluang terbuka untuk mendapatkan dividen dengan yield lebih dari 2x lipat suku bunga deposito. Menariknya lagi, harga saham pembagi dividen ini telah merosot jauh dari harga tertinggi.

Dividen bernilai mantab ini akan dibagikan oleh PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA). Perusahaan konstruksi bangun sipil ini menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp180 miliar.

Dengan demikian, investor akan mendapatkan dividen  Rp60 per saham dari laba bersih tahun buku 2025 atau Rp6.000 per lot saham PBSA.


Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Selasa (30/6/2026).

Pembagian dividen ini menjadi perhatian investor karena dilakukan ketika harga saham PBSA masih berada dalam tren penurunan. Pada perdagangan Jumat (3/7/2026) sesi pertama, saham PBSA ditutup di Rp795, turun 15 poin atau 1,85% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Baca Juga: Komoditas Emas Jadi Andalan, Menyumbang 80% Transaksi Doo Financial Futures

Sejak awal 2026, harga saham PBSA telah terkoreksi sekitar 48,71%.

Dengan harga saham tersebut, dividend yield PBSA mencapai sekitar 7,5%, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tingkat bunga deposito yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 3,5%.

Dividen Mencapai 56,24% dari Laba Bersih

Nilai dividen yang dibagikan setara dengan 56,24% dari laba bersih tahun buku 2025.

Sepanjang 2025, PBSA mencatatkan kinerja yang tumbuh positif.

Rinciannya sebagai berikut:

- Pendapatan mencapai Rp1,591 triliun, naik 37,85% dibandingkan 2024 sebesar Rp1,154 triliun. - Laba bersih mencapai Rp320,08 miliar, meningkat sekitar 48,8% dibandingkan Rp215,04 miliar pada 2024.

Tonton: Tak Cuma Shopee dan Tokopedia Pemerintah Akan Tunjuk Semua Marketplace Pungut Pajak Penjual

Profitabilitas Semakin Meningkat

PBSA juga membukukan peningkatan rasio profitabilitas, yaitu:

- Return on Assets (ROA): 22,51% - Return on Equity (ROE): 34,45%

Peningkatan tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola aset dan modal untuk menghasilkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Direktur Utama PBSA Vincentius Susanto mengatakan pencapaian sepanjang 2025 merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada kualitas proyek, disiplin operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Menurutnya, perusahaan akan terus memperkuat fundamental melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, optimalisasi sumber daya, serta pengembangan peluang bisnis yang mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Tonton: MK Tegaskan Wamen Tak Boleh Rangkap Jabatan? Lalu Nasib 24 Komisaris BUMN Ini Bagaimana?

Perkuat Portofolio Proyek dan Tata Kelola

Sepanjang 2025, PBSA memperoleh sejumlah proyek strategis di sektor industri, termasuk proyek pulp dan paper di Sumatra Selatan serta Karawang, Jawa Barat.

Perseroan juga meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan dengan meraih:

- Sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu. - Sertifikasi ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Selain itu, PBSA terus mengembangkan anak usahanya, PT Plaza Paramita Sejahtera, sebagai bagian dari strategi optimalisasi aset perusahaan.

Baca Juga: Peluang Cuan LQ45: Harga Saham Blue Chip Terus Merosot, Saatnya Koleksi Lagi?

Buyback Saham dan Target Kinerja 2026

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan nilai bagi pemegang saham, PBSA telah menyelesaikan program pembelian kembali (buyback) saham pada Februari–Maret 2026.

Program buyback tersebut menggunakan dana maksimal Rp100 miliar yang seluruhnya berasal dari kas internal tanpa mengganggu kondisi keuangan maupun likuiditas operasional perusahaan.

Memasuki 2026, PBSA menargetkan:

- Pendapatan sekitar Rp1,7 triliun. - Laba usaha sebelum pajak sekitar Rp260 miliar.

Target tersebut akan dicapai melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, efisiensi operasional, optimalisasi modal kerja, serta selektivitas dalam memperoleh proyek baru yang memiliki profil risiko terukur dan margin yang sehat.

Manajemen optimistis fundamental keuangan yang semakin kuat, portofolio proyek yang terus berkembang, serta tata kelola perusahaan yang semakin baik akan menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisi PBSA sebagai perusahaan konstruksi nasional yang fokus pada pembangunan fasilitas industri di Indonesia.

Dengan dividend yield sekitar 7,5%, didukung pertumbuhan laba hampir 49% dan fundamental yang tetap solid, saham PBSA menjadi salah satu emiten yang menarik untuk dicermati investor, terutama bagi pencari dividen. Meski demikian, investor tetap perlu mempertimbangkan prospek bisnis serta pergerakan harga saham sebelum mengambil keputusan investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News