Harga Aset Kripto Rebound pada Awal 2026, Prospek Masih Beragam



KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Harga aset kripto utama mencatat rebound pada awal tahun 2026. Mengutip CoinMarketCap pada Jumat (2/1/2026) pukul 15.02 WIB, harga Bitcoin (BTC) naik 1,46% secara harian ke level US$ 88.777, sementara Ethereum (ETH) menguat 1,37% ke US$ 3.014.

Co-founder Cryptowatch, Christopher Tahir, menilai rebound tersebut belum mencerminkan perubahan tren yang solid. Menurutnya, pergerakan kripto di awal 2026 masih sangat bergantung pada narasi yang berkembang di pasar. “Untuk tahun 2026 ini sangat tergantung kepada narasi yang akan dihembuskan,” ujarnya pada Kontan Jumat (2/1/2026).

Christopher menambahkan, hingga saat ini sentimen utama yang mempengaruhi pasar masih berkisar pada kondisi likuiditas global. Ketidakpastian muncul karena belum adanya data yang cukup kuat untuk memastikan perubahan aliran modal ke aset berisiko, termasuk kripto, pada awal tahun ini.


Baca Juga: Kerugian Peretasan Kripto Desember 2025 Turun 60%, Tetap Waspada Serangan

Sejalan dengan itu, Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, melihat prospek kripto sepanjang 2026 cenderung bersifat campuran. Rebound harga dinilai lebih sebagai respons jangka pendek setelah tekanan jual, sementara dukungan permintaan yang kuat dan konsisten belum terlihat. Kondisi ini membuat reli yang terjadi belum dapat dikonfirmasi sebagai awal tren bullish baru.

“Ada peluang pemulihan, tetapi risiko penurunan lanjutan tetap nyata karena belum terlihat dukungan permintaan yang kuat dan konsisten,” kata Fyqieh.

Dari sisi sentimen, Fyqieh menilai pergerakan kripto pada 2026 akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter global, terutama ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, arus likuiditas institusional melalui produk ETF, serta dinamika regulasi kripto di Amerika Serikat. Selain itu, sentimen risiko global dan stabilitas pasar keuangan juga akan menjadi faktor penentu keberlanjutan pergerakan harga aset kripto.

Fyqieh memperkirakan Bitcoin pada awal 2026 berpotensi bergerak dalam kisaran US$ 80.000 hingga US$ 107.000, dengan peluang lebih tinggi jika didukung arus dana institusional melalui ETF. Sementara itu, Ethereum diperkirakan bergerak lebih moderat dan sangat bergantung pada sentimen pasar secara keseluruhan, dengan tantangan teknikal yang masih perlu ditembus untuk kenaikan signifikan.

Baca Juga: Trader Klaim Raup US$1 Juta dari Aktivitas Abnormal Memecoin BROCCOLI714 di Binance

Adapun Christopher menilai, dalam kondisi ketidakpastian yang meningkat, pergerakan harga BTC dan ETH pada awal 2026 cenderung tidak jauh dari level saat ini. Ia memperkirakan Bitcoin berada di kisaran US$ 85.000–US$ 90.000, sementara Ethereum di rentang US$ 3.000–US$ 3.300.

Menghadapi kondisi tersebut, para analis menyarankan investor bersikap lebih berhati-hati. Christopher menekankan pentingnya kewaspadaan di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar. Sementara Fyqieh merekomendasikan pendekatan bertahap melalui strategi dollar cost averaging (DCA), disertai manajemen risiko yang disiplin dan fokus pada aset kripto dengan fundamental kuat.

Selanjutnya: Harga Minyak Mentah Sedikit Menguat Usai Cetak Koreksi Tahunan Terbesar Sejak 2020

Menarik Dibaca: Diminati, Jumlah Pelanggan Kereta Panoramic Tumbuh 38,6% Sepanjang 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News